Connect with us

Berita

PT WIN Salurkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Enam Desa Lingkar Tambang di Konsel

Published

on

KONAWE SELATAN – Di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan, PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) kembali melaksanakan kegiatan berbagi kepada masyarakat dengan menyalurkan 2.500 paket bahan pokok kepada warga di enam desa lingkar tambang di Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Raih Berkah Ramadhan dengan Berbagi – PT WIN Bersama Masyarakat Lingkar Tambang” ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan tersebut melibatkan tim Humas, tim CSR perusahaan, serta pemerintah desa setempat agar penyaluran bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran.

Adapun enam desa penerima bantuan tersebut meliputi Desa Torobulu, Desa Labokeo, Desa Parasi, Desa Mondoe, Desa Wanuakongga, dan Desa Wawo Wonua yang selama ini berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sebanyak 2.500 paket bahan pokok yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga selama menjalankan ibadah puasa hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Bagi PT WIN, kegiatan berbagi ini bukan sekadar program perusahaan, tetapi juga wujud rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, terutama di bulan Ramadhan yang mengajarkan umat untuk saling membantu, memperkuat silaturahmi, dan menebar kebaikan.

Masyarakat di enam desa lingkar tambang menyambut kegiatan ini dengan penuh syukur dan kebahagiaan. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti, khususnya bagi keluarga yang tengah mempersiapkan kebutuhan selama bulan suci Ramadhan hingga menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Mining Project Site Torobulu PT WIN, Nuriman Djalani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan yang dilaksanakan setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di wilayah tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar, sehingga sudah menjadi kewajiban moral bagi perusahaan untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat lingkar tambang.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin PT Wijaya Inti Nusantara sebagai bentuk komitmen tanggung jawab dan kepedulian perusahaan kepada masyarakat lingkar tambang, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2026 M. Semoga keberkahan senantiasa menyertai kita semua di bulan suci Ramadhan ini, serta menjadikan kita pribadi yang semakin bertakwa kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Parasi, Hidayatullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT WIN atas perhatian yang terus diberikan kepada masyarakat desa.

Menurutnya, kegiatan berbagi seperti ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara perusahaan dan masyarakat yang hidup berdampingan di wilayah lingkar tambang.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Parasi, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Wijaya Inti Nusantara atas kepedulian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Semoga kebaikan ini menjadi amal yang membawa keberkahan bagi perusahaan dan semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PT WIN berharap kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi operasional, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat lingkar tambang yang saling menjaga, membantu, dan tumbuh bersama.

Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ini diharapkan dapat terus memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan, sehingga hubungan antara perusahaan dan masyarakat dapat berjalan selaras demi kebaikan bersama.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

La Ode Tariala di Kursi Belakang Rakerwil, NasDem Dinilai Permalukan Kader Sendiri

Published

on

KENDARI – Kursi yang ditempati Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Sultra justru memantik polemik. Politikus yang hingga kini masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Sultra itu terlihat duduk di barisan belakang, jauh dari deretan elite partai.

Pemandangan itu memicu kritik dari kader senior sekaligus salah satu pendiri NasDem Sultra, Jurni. Ia menilai perlakuan terhadap Tariala bukan persoalan teknis penempatan kursi, melainkan mencerminkan cara partai memperlakukan kadernya sendiri.

“Terlepas dari adanya rekomendasi pergantian Ketua DPRD, Pak Tariala hari ini masih sah menjabat Ketua DPRD Sultra dan masih kader NasDem. Itu harus dihargai,” jelasnya saat ditemui di lokasi Rakerwil, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, penempatan Tariala di kursi belakang memperlihatkan adanya persoalan internal yang tidak dikelola secara dewasa. Padahal, kata dia, NasDem sedang berupaya menjaga soliditas politik di bumi anoa.

Jurni menilai, dalam tradisi politik, etika dan penghormatan terhadap kader merupakan hal mendasar. Karena itu, ia menyebut perlakuan terhadap Tariala justru dapat memunculkan simpati publik kepada Ketua DPRD Sultra tersebut.

“Yang malu sebenarnya bukan Pak Tariala, tapi NasDem sendiri. Publik melihat bagaimana seorang Ketua DPRD diperlakukan oleh partainya sendiri,” jelasnya.

Ia mengatakan, perbedaan politik semestinya tidak dibawa ke ruang-ruang simbolik yang dapat menimbulkan kesan adanya upaya mempermalukan kader. NasDem justru terlihat gagal menjaga estetika politik di hadapan publik.

“Kalau partai mau besar, kader harus diperlakukan dengan baik. Jangan persoalan politik internal kemudian dipertontonkan secara terbuka seperti ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jurni mengingatkan bahwa proses pergantian Ketua DPRD bukan perkara sederhana. Ada mekanisme partai, rapat paripurna DPRD, hingga persetujuan gubernur dan Kementerian Dalam Negeri yang harus dilalui.

“Mengganti Ketua DPRD itu bukan seperti mengganti Ketua Fraksi. Prosesnya panjang dan ada aturan yang harus dihormati,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta Ketua DPW NasDem Sultra Ali Mazi mengevaluasi jajaran internal partai, terutama pihak-pihak yang dianggap memberi masukan keliru dalam penyelenggaraan Rakerwil.

Sebagai salah satu pendiri NasDem di Sultra, Jurni mengaku kecewa dengan situasi tersebut. Perlakuan terhadap Tariala justru berpotensi merusak citra Ali Mazi sebagai Ketua DPW NasDem Sultra dan anggota DPR RI.

“Pak Ali Mazi harus mereview persoalan ini. Jangan sampai orang-orang di sekitar beliau justru merusak citra partai dan citra beliau sendiri,” bebernya.

Bahkan ia menyarankan agar Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi, dievaluasi. Menurut dia, polemik yang muncul dalam Rakerwil tidak lepas dari buruknya komunikasi internal partai.

“Kalau kader diperlakukan seperti ini, orang bisa apatis terhadap NasDem. Hari ini yang muncul justru simpati publik kepada Pak Tariala,” tandasnya.

Continue Reading

Berita

PT WIN Tegaskan Operasional Sesuai Izin dan Siap Hadapi Gugatan Secara Hukum

Published

on

KONAWE SELATAN – Menanggapi pemberitaan terkait rencana gugatan lingkungan yang akan diajukan Perkumpulan Forum Alam Nusantara (P. FAN) terhadap PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN), pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh aktivitas operasionalnya berjalan berdasarkan perizinan resmi dan berada dalam pengawasan instansi pemerintah yang berwenang.

Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, mengatakan perusahaan menghormati hak setiap pihak dalam menyampaikan aspirasi maupun melakukan kontrol sosial terhadap aktivitas pertambangan. Namun, ia menekankan bahwa setiap dugaan pencemaran atau pelanggaran lingkungan harus dibuktikan secara objektif, ilmiah, dan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Dalam negara hukum, dugaan tidak dapat langsung disamakan dengan kesimpulan adanya pelanggaran. Seluruh klaim wajib diuji melalui data, fakta lapangan, kajian ilmiah, dan mekanisme pembuktian yang sah,” ujar Alvian.

Menurutnya, narasi yang berkembang di ruang publik saat ini lebih banyak dibangun berdasarkan asumsi dan kekhawatiran, bukan hasil audit lingkungan maupun putusan lembaga berwenang.

Ia menjelaskan, keberadaan aktivitas pertambangan di sekitar wilayah permukiman tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum selama kegiatan tersebut berada dalam wilayah izin yang sah, memenuhi kaidah Good Mining Practice, memiliki persetujuan lingkungan, serta menjalankan pengendalian dampak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penilaian terhadap aktivitas pertambangan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan persepsi visual atau opini sepihak. Harus ada parameter teknis, data spasial, dan hasil pengawasan resmi,” lanjutnya.

PT WIN juga menilai isu relokasi warga yang mulai berkembang di ruang publik perlu disikapi secara proporsional agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Sebab, secara hukum relokasi bukan merupakan kewajiban otomatis dalam setiap kegiatan pertambangan.

Menurut Alvian, relokasi hanya dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis dan rekomendasi resmi apabila terdapat dampak signifikan yang telah dibuktikan secara ilmiah serta ditetapkan oleh instansi berwenang.

Di sisi lain, PT WIN menyebut selama ini perusahaan turut berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan aktivitas ekonomi warga, perputaran usaha mikro, serta program sosial di wilayah operasional perusahaan.

Karena itu, perusahaan mengingatkan agar isu lingkungan tidak dijadikan alat pembentukan opini prematur tanpa verifikasi yang utuh.

“Kita semua tentu mendukung perlindungan lingkungan hidup. Namun pendekatan yang dibangun harus objektif, berbasis data, dan mengedepankan solusi, bukan sekadar framing konflik yang berpotensi menciptakan keresahan sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

PT WIN memastikan tetap terbuka terhadap evaluasi, pengawasan, maupun koordinasi bersama pemerintah dan masyarakat sepanjang dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum.

Perusahaan juga mengajak seluruh pihak menjaga iklim investasi daerah tetap sehat dan kondusif, mengingat sektor pertambangan memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kepastian hukum dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan seimbang. Jangan sampai opini yang belum terverifikasi justru menimbulkan disinformasi dan merugikan masyarakat luas,” tutup Alvian.

Continue Reading

Berita

PT WIN Ditinjau DLH Konsel, Warga Ungkap Alasan Bukit Diminta Ditangani

Published

on

KONAWE SELATAN – Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait aktivitas pertambangan di Desa Torobulu, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menurunkan tim ke lokasi tambang milik PT Wijaya Inti Nusantara (WIN), Rabu (14/5/2026).

Tim DLH melakukan peninjauan langsung terhadap area eks bukaan lahan sekaligus berdialog dengan warga dan pemilik lahan yang terdampak. Kegiatan tersebut turut disaksikan masyarakat setempat.

Dalam audiensi itu, terungkap bahwa aktivitas penanganan lokasi yang dilakukan PT WIN merupakan permintaan langsung dari pemilik lahan. Sebelum dilakukan pengerjaan, kawasan tersebut berupa perbukitan yang kerap memicu aliran lumpur ke permukiman warga saat musim hujan.

“Sebelumnya perusahaan tidak mau. Kami sendiri yang meminta agar lokasi itu dikerjakan karena setiap musim hujan air dari bukit langsung masuk ke rumah,” ujar salah satu pemilik lahan, Kaisar.

Saat dimintai tanggapan oleh pihak DLH terkait aktivitas perusahaan, Kaisar menegaskan dirinya tidak merasa keberatan atas kegiatan yang dilakukan PT WIN.

“Kami tidak keberatan, Pak,” katanya.

Sementara itu, Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, membenarkan bahwa penanganan lokasi tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat yang merupakan pemilik lahan.

“Memang benar warga yang meminta. Awalnya kami tidak bersedia, namun karena warga yang juga pemilik lahan meminta agar bukit tersebut ditangani dan dibuatkan tanggul di sekitar lokasi, akhirnya kami membantu melakukan penanganan,” jelas Alvian.

Ia menegaskan, perusahaan tetap menjalankan aktivitas pertambangan dengan mengedepankan prinsip good mining practice serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Menurutnya, dalam operasional perusahaan, PT WIN juga melibatkan masyarakat setempat dan rutin menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

“Program CSR rutin kami jalankan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending