Connect with us

HUKRIM

Sudah 3 Kali Kejati Kembalikan Berkas Penembakan Mahasiswa UHO, Ada Apa?

Penulis : Redaksi

Published

on

Direskrimum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries Elfatar

KendariMerdeka.com – Hingga hari ini, berkas penembakan mahasiswa tewas Universitas Halu Oleo (UHO) sudah 3 kali bolak-balik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Selama itu pula, berkas BAP tersangka penembak La Randi (21), ditolak Kejati karena penyidik Polda Sultra masih tidak melengkapi berkas.

Sehingga, kasus penembakan yang terjadi pada 26 September 2019, masih menggantung. Padahal, jika sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa, akan masuk tahap P-21.

Kasipenkum Kejati Sultra Herman Darmawan mengungkapkan berkas perkara itu dikembalikan ketigakalinya pada penyidik Ditreskrimum Polda Sultra karena kekurangan yang sama dan berulang.

“Masih ada kekurangan alat bukti dan penambahan saksi,” ujar Herman Darmawan.

Sebelumnya, gelar perkara perkembangan kasus penembakan di Kejati Sultra digelar Rabu (22/1/2019). Setelah itu, tercapai kesepakatan memulangkan berkas kembali ke polisi.

Herman melanjutkan, menurut KUHAP, Polda memiliki waktu 14 hari melengkapi petunjuk jaksa. Kemudian, kembali dilimpahkan ke Kejati.

Sebelumnya, Kejati Sultra berkomentar, alasan pengembalian BAP karena polisi tidak dapat menemukan dan memastikan apakah selongsong peluru yang saat ini jadi alat bukti, adalah peluru dipakai menembak La Randi hingga tewas. Selain itu, jenis senjata yang digunakan juga belum ada pernyataan dari polisi.

Terkait hal ini, Direskrimum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries Elfatar membenarkan soal kekurangan saksi dan bukti.

“Masih kurang soal saksi-saksi yang menjelaskan bahwa itu adalah oknum polisi inisial AM,” ujar La Ode Aries.

Dia melanjutkan, saat ini sudah ada beberapa orang saksi. Penyidik Polda juga sementara memeriksa saksi-saksi yang ada.

Aries melanjutkan, saksi yang diperiksa merupakan anggota kepolisian teman dari Brigadir AM. Tak ketinggalan, atasannya yang berada di lapangan.

“Teman-temannya pas disitu ada sama komandannya juga, dua orang. Iya (5 orang). Yang di video itu siapa-siapa. Paling lama minggu depan berkas lengkap,” terangnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *