KendariMerdeka.com – Mengenakan dasi merah dan setelan kemeja putih polos, Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK sibuk menandatangani setumpuk berkas dimeja kerjanya. Sore itu diruangan kerjanya Lantai 2 gedung Direktorat Reskrim Polda Sultra.
Kombes La Ode berkisah banyak hal, perihal tugas pertamanya di Polda Papua selepas menyelesaikan pendidikan di Akpol Tahun 1994 hingga kembali ketanah kelahiran Sultra selepas menyelesaikan pendidikan Sespim Polri dan ditempatkan sebagai Kapolres Kolaka Utara selama tiga tahun hingga akhirnya kini mengemban tugas sebagai orang nomor satu pada Direktorat Reskrim Polda Sultra.
Kombes La Ode adalah rekan seangkatan Prof. Muh Zamrun Firihu saat bersekolah di SMAN 1 Raha lulusan1991. Pertemanannya dengan rektor UHO tersebut disebutnya sebagai persahabatan tanpa jarak. Sebaliknya Prof Zamrun juga memiliki kesan tersendiri kepada sahabatnya itu.
“Kombes La Ode Aries adalah sahabat rasa saudara, alhamdulillah puluhan tahun komunikasi kami selalu baik. Saya pikir dia tegas dan profesional dalam menjalankan tugas. Selalu bertindak dengan pertimbangan yg matang dan terukur sesuai dengan aturan”, demikian Rektor UHO itu memberi kesan.
Senada dengan Prof Zamrun, pemain timnas Saddil Ramdhani juga menilai sosok Kombes La Ode sebagai figur kebapakan. Menurut pemain PS Bhayangkara ini, setiap kali mendapatkan cuti bermain di club, dirinya merasa nyaman berlatih bersama Dua Laode FC.
“Setiap liburan di Kendari atau libur kompetisi, Saya selalu berlatih dengan anak-anak Dua Laode FC untuk menjaga kebugaran. Saya nyaman berlatih bersama mereka, mungkin karena Saya mengenal dengan baik Bapak Kombes La Ode Aries dan Bapak LSP serta pemain-pemainnya. Saya doakan Dua Laode FC menjadi club pertama Sultra yang bermain di divisi utama. Saya siap membantu dan bekerjasama”, kata Saddil.
Kombes La Ode menerima Muhammad Syukur dan Cahya Septarini dari Kendari Merdeka untuk Wawancara Tokoh. Ditemani secangkir kopi “Kahawaku”, Kombes La Ode berkisah banyak hal. Berikut petikannya.
KM: Sebagai putra daerah, bagaimana kesan anda bertugas di Sultra. Apalagi jabatan anda adalah Direktur Reserse Kriminal Umum yang banyak bersinggungan dengan kepentingan khalayak
LA: Bagi Saya bertugas dimanapun terasa menyenangkan. Sepanjang mengedepankan profesionalisme dan proporsional dalam bekerja Saya pikir semuanya menjadi mudah. Prinsip Saya adalah saling menghargai, karena dengan cara itulah kita menjadi berarti bagi sesama. Bertugas di Sultra tentu menjadi istimewa bagi Saya, sebab Saya bisa sering berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman.
KM: Anda punya komitmen dengan olahraga sepakbola, club anda Dua Laode FC sampai saat ini berkembang baik dan menjanjikan. Tanggapan anda?
LA: Sebagai putra daerah tentu kita harus memiliki sumbangsih untuk daerah. Selain sebagai seorang penegak hukum yang harus memastikan proses penegakan hukum berjalan dengan baik, Saya juga melihat daerah ini punya banyak talenta sepakbola. Tapi belum ada wadah yang pas, Saya mencoba melakukan terobosan dengan membangun club, kebetulan Saya bersahabat karib dengan LSP, jadilah kami membentuk club dengan nama Dua Laode FC.
KM: Bagaimana anda berdua mempersiapkan club ini sehingga sejauh ini berkembang dengan baik. Misalnya Dua Laode FC disebut-sebut sebagai tim elit dan terbaik di Sultra saat ini.
LA: Saya memiliki dua orang sahabat terbaik di Sultra ini, 01 (panggilan Prof. Muh Zamrun-RED) dan LSP (La Ode Songko Panatagama-RED), makanya ketika Saya dan LSP membentuk club sepakbola, terlebih dahulu kami meminta restu 01, itulah sebabnya banyak pemain kami merupakan pemain-pemain terbaik UHO. Bahkan waktu seleksi pemain kami diberikan akses penuh atas stadion UHO.
KM: Kedepan seperti apa target anda terhadap club Dua Laode FC ?
LA: Kami punya mimpi besar membangun club ini. Dalam waktu lima tahun kedepan target kami Insya Allah Dua Laode FC sudah berlaga di Divisi 2 kompetisi PSSI. Untuk mewujudkan kearah itu maka kami melakukan persiapan dan menyiapkan prasarana yang dibutuhkan.
KM: Kongkritnya seperti apa ?
LA: Saat ini misalnya kami memilih pemain-pemain terbaik. Yang paling banyak dari PS UHO, kemudian dari Polri, binaan LDM dan beberapa pemain lainnya yang sudah memiliki jam terbang dan pengalaman cukup dalam bermain sepakbola. Kemudian prasarana club kami sudah menyiapkan lahan sebesar 10 hektar di Nanga-Nanga yang nantinya akan kami jadikan stadion. Selain itu kami juga melengkapi persyaratan pelatih dengan mengikutkan mereka kursus pelatih berlisensi. Bulan ini misalnya kami mengirimkan 2 orang ikut pelatihan di Jakarta untuk lisensi C dan 3 orang di Jogjakarta untuk lisensi D serta 2 orang ikut pelatihan di Buton Tengah untuk lisensi D. Target kami club ini memiliki 7 orang pelatih berlisensi yang nantinya akan berbagi tugas sebagai pemandu bakat, pelatih, pelatih fisik, dan lain-lain.
KM: Untuk mewujudkan impian anda tentu membutuhkan pembiayaan yang lumayan besar. Beberapa club lokal Sultra pernah berproses tapi selalu terkendala pendanaan. Bagaimana anda menyikapi persoalan ini ?
LA: Kami sudah memikirkan hal ini jauh hari. Tetapi harap diingat bahwa Saya dan LSP memiliki banyak sahabat dan kenalan yang kebetulan mereka memiliki interest terhadap sepakbola. Saat ini ada tiga sampai empat perusahaan besar yang siap bekerjasama sebagai sponsorship, tapi kami masih belum mau. Alasannya sederhana, saat ini tim belum memasuki kompetisi resmi PSSI, artinya kalau hanya ikut tarkam dan ujicoba kami masih bisalah patungan. Soal pendanaan club ini tidak akan kesulitan, kami sudah memiliki perencanaan yang matang untuk sepuluh tahun kedepan.
KM: Club anda, Dua Laode FC baru saja menjuarai turnamen Waburense Cup 1, ketika mereka bertanding kami menyaksikan banyak suporter yang memberikan dukungan dan support. Bagaimana anda menyiapkan anak-anak setiap menghadapi turnamen.
LA: Jadi begini, kami punya semacam bank pemain. Sekitar 38 orang pemain yang siap setiap saat. Tergantung kebutuhan pelatih siapa yang akan dipanggil. Hal lain yang mungkin penting adalah kami memberikan keleluasaan kepada pelatih dalam meramu tim, menentukan pemain yang akan diturunkan sampai detail-detail dilapangan. Kami tidak pernah mencampuri sama sekali. Kemudian kepada pemain kami sampaikan, anda bermain senyaman mungkin, kalau ada kendala sampaikan. Kami berupaya anak-anak menemukan kenyamanan bermain di tim ini. Kemudian kami tekankan anak-anak bermain sportif, jangan kasar dan terima hasil apapun. Dalam olahraga, sportivitas adalah hal utama. Jika anda melakukan itu semua pasti banyak orang mendukung.
KM: Terakhir dari kami. Saat ini tim Dua Laode FC menjadi satu-satunya tim sepakbola di Sultra yang belum pernah mengalami kekalahan. Bagaimana anda menjaga momentum ini ?
LA: Alhamdulillah prestasi yang membanggakan tentunya. Saya sampaikan kepada anak-anak bahwa kemenangan dan kekalahan itu lumrah dialami setiap tim sepakbola. Menang kalah itu biasa, siapkan mental dan hadapi semuanya dengan senang hati. Itu saja, nothing to lose. (Redaksi)

Foto 1: Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK dan La Ode Songko Panatagama sedang menyaksikan seleksi tim Dua Laode FC di Lapangan Polda Sultra.

Foto 2: Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK bersama La Ode Songko Panatagama dan Saddil Ramdhani.

Dua Laode FC berpose dilapangan Lanud Haluoleo, Kendari.

Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK ketika melakukan pengamanan aksi demonstrasi di depan Mapolda Sultra