KendariMerdeka.com, Kendari – Operasi pencarian terhadap empat orang korban kecelakaan kapal terbakar di Perairan Talaga, Pulau Siompu, Kabupaten Buton Selatan (Busel) Sulawesi Tenggara, resmi ditutup, Senin (21/9/2020). Penutupan dilakukan mengingat operasi pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari.
Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi menjelaskan, operasi tersebut telah berlangsung selama tujuh hari sejak 15 September hingga 21 September 2020, dan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Mengingat operasi SAR telah dilaksanakan selama 7 hari, dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Dan Tim SAR gabungan telah berkoordinasi dengan pihak keluarga bersama pihak terkait, maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” jelas Aris dalam rilis tertulisnya Selasa (18/8).
Lebih lanjut Aris mengatakan, penutupan pencarian ini berdasarkan koordinasi dengan unsur SAR gabungan, pemilik kapal dan keluarga korban yang belum diketemukan, yang juga merupakan keluarga pemilik kapal.
“Meski demikian Operasi SAR ini dapat dibuka kembali apabila diketemukan tanda-tanda keberadaan korban. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” pungkasnya.