Connect with us

Berita

PT WIN Salurkan Dana Pembangunan Rumah Ibadah, Fasilitas Olahraga Hingga Sarana Pendidikan di Konsel

Penulis: Aldi

Published

on

KONAWE SELATAN – Sebagai bentuk kontribusi, kepedulian sosial, dan lingkungan kepada masyarakat lingkar tambang, PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) kembali menyalurkan bantuan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat di Desa Torobulu, Kecamatan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (7/10/2023).

Pada kesempatan kali ini, perusahaan yang bergerak pada sektor pertambangan ore nikel itu menyalurkan dana CSR-nya kepada masyarakat dalam bentuk dana atau materi untuk pembangunan Masjid dan Gereja, pembangunan kantor desa, pembangunan fasilitas olahraga, sarana pendidikan, dan bantuan pembangunan fasilitas penyediaan air bersih berupa sumur bor.

Tak tanggung-tanggung, bantuan pembangunan masjid yang diberikan manajemen PT WIN di Masjid Nurul Jihad, Desa Torobulu, Konsel, senilai Rp200 juta rupiah. Bantuan ini diserahkan langsung manajemen perusahaan kepada pengelola masjid, untuk dipergunakan sebagai anggaran pembangunan lanjutan.

Sebelum itu, PT WIN juga telah mendistribusikan bantuan berupa material bangunan berupa semen dan pasir untuk pembangunan masjid, sejak awal dimulainya proses pembangunan Masjid Nurul Jihad.

“Atas bantuan dari PT WIN ini semoga proses pembangunan Masjid Nurul Jihad Desa Torobulu ini bisa berjalan lancar,” ucap Abdul Razak, bendahara Masjid Nurul Jihad Torobulu, kepada awak media usai menerima bantuan dari PT WIN, Sabtu (7/10).

Masjid dengan kapasitas dua lantai tersebut jika sudah rampung diperkirakan bisa menampung 500 jemaah. Saat ini proses pembangunannya sedang diperluas. Sedang dalam pengerjaan kontruksi dinding, lantai, dan atap masjid.

“Alhamdulillah bisa kita ini sengaja kita bangun dia lantai, supaya bisa menampung seluruh jemaah masyarakat desa kalau tiba hari-hari besar Islam, kira bisa tampung 500 jemaah,” beberapa Razak.

Selain bantuan pembangunan Masjid, PT WIN juga turut memberikan bantuan untuk pembangunan Gereja di wilayah Punggaluku, yaitu Gereja Pantekosta Indonesia. Bantuan yang diserahkan sebesar Rp20 juta rupiah untuk kelanjutan pembangunannya.

Pendeta Gereja Pantekosta Indonesia Punggaluku, Pdt. Darman Tanggeli STH, mengaku sangat berterima kasih atas partisipasi dan bantuan PT WIN tersebut karena sangat bermanfaat. Sehingga itu, ia berharap kepada pemerintah dan masyarakat harus mendukung keberadaan perusahaan ini karena sudah banyak sekali partisipasinya, baik dalam bentuk bantuan meteriel maupun dana.

“Kiranya apa yang sudah dilakukan oleh PT WIN dalam pembangunan Geraja dan kegiatan keagamaan kami, atas nama pendeta dan masyarakat sangat berterima kasih sekali utamanya kepada pimpinan PT WIN,” katanya.

“Dana bantuan yang diberikan kepada kami ini akan dipakai untuk pembangunan lantai dan plafon Gereja Pantekosta Indonesia, di Kelurahan Punggaluku,” sambung Pdt. Darman Tanggeli STH yang juga merupakan Ketua PGPI Konsel.

Selain bantuan untuk pembangunan Masjid dan Gereja itu, pada kesempatan yang sama, Manajemen PT WIN juga turut menyerahkan bantuan untuk Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Torobulu, guna menunjang fasilitas belajar anak-anak sebagai generasi bangsa. Bantuan tersebut senilai Rp 10 juta rupiah yang diserahkan melalui pemerintah Desa Torobulu.

Pada sektor pengembangan olahraga, PT WIN turut membantu memberikan dana pembangunan lapangan bola voli sebesar Rp20 juta rupiah kepada pengurus Karang Taruna desa. Harapannya, bisa melahirkan bibit-bibit atlet potensial dari Torobulu ke depannya.

Sementara untuk kelancaran proses pemerintahan di desa, PT WIN juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta rupiah untuk kelanjutan proses pembangunan kantor desa. Tidak main-main, kantor Desa Torobulu tersebut digadang-gadang bakal menjadi kantor desa termegah di Kabupaten Konawe Selatan, bahkan di Sultra secara umum.

Kepala Desa Torobulu, Nilham, mengakui,  dengan berbagai jenis bantuan dari PT WIN yang sudah diberikan selama ini kepada masyarakat untuk kepentingan keagamaan, olahraga, hingga kepada pemerintah desa hari ini tidak bisa dipungkiri kehadiran perusahaan ini di wilayah Torobulu cukup memberikan efek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Bahkan, menurut dia, beberapa bentuk bantuan yang diterima oleh masyarakat bukan hanya riil semata dari pihak perusahaan, melainkan apa yang menjadi kebutuhan atau usulan dari masyarakat yang berkaitan dengan kepentingan bersama selalu direspon baik oleh perusahaan.

“Diliat apa saja yang diusulkan oleh masyarakat ataupun kebutuhan secara umum oleh pemerintah desa selalu direalisasikan oleh PT WIN,” terang Nilham.

Momen-momen hari besar keagamaan, seperti Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Adha sudah menjadi kegiatan rutin pihak PT WIN untuk memberikan bantuan kepada masyarakat lingkar perusahaan, berupa pemberian bantuan sembako dan sejenisnya.

Nilham juga menyampaikan bahwa pembangunan kantor desa di wilayahnya tidak menggunakan dana desa, melainkan melalui dana Comdev (Community Development) PT WIN yang selama ini diberikan sebagai bentuk kontribusinya.

“Agar dana-dana Comdev yang diberikan selama ini bisa kelihatan dan dirasakan langsung manfaatnya, kami bersama masyarakat mengusulkan agar ada pembangunan kantor desa. Karena selama ini kantor desa sudah tidak memadai lagi dan tidak bisa di bangun dengan dana desa, maka hasil kesepakatan dengan masyarakat di bangun dengan dana Comdev,” jelasnya.

Nilham juga menyebutkan, salah satu bantuan dari PT WIN yang cukup besar manfaatnya yang dirasakan masyarakat adalah bantuan pembangunan infrastruktur drainase dan Talud penahanan banjir. Dimana di Desa Torobulu, ada beberapa lingkungan sebelumnya jika tiba musim hujan selalu menjadi langganan banjir. Namun kini dengan bantuan pembangunan Talud dari PT WIN sudah tidak ada lagi banjir.

“Dari tahun 2018 dan 2019 Torobulu selalu dilanda banjir, tapi alhamdulillah sekarang dengan adanya bantuan infrastruktur Talud penahanan banjir dari PT WIN kurang lebih sepanjang 1.000 meter kiri dan kanan, sudah tidak ada lagi banjir kalau musim hujan, itu bisa dilihat dan dicek langsung kalau musim hujan,” bebernya.

Sementara itu, Project Manager PT WIN, Muhammad Nuriman Jaelani, mengatakan bantuan yang diberikan kepada masyarakat lingkar tambang tersebut sebagai bentuk kontribusi dan komitmen perusahaan, bahwa perusahaan ini hadir bukan semata-mata hanya untuk mengambil kandungan ore nikel, tetapi bisa memberikan dampak positif, ekonomi, sosial dan lingkungan kepada masyarakat setempat, maupun masyarakat Konsel dan Sultra secara umum.

Di tahun ini, lanjut dia, bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat sangat beragam, baik dari pembangunan infrastruktur jalan usaha tani, pengerasan lorong-lorong, dan pembagian sembako.

“Bahkan besok lagi akan ada pembagian paket sembako sebanyak 300 paket sembako, jika di rupiahkan bisa mencapai nilai sebesar Rp 1 miliar rupiah lebih,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa bantuan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat bukan hanya kali ini, tapi setiap saat dan setiap tahun selalu berikan.

“Memang kalau soal bantuan ini jarang diketahui publik karena tidak terekspos ke publik, tujuan kita memang hadir memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dirinya berharap apa yang sudah diberikan perusahaan selama ini kepada masyarakat, baik bantuan yang berbentuk fisik seperti pembangunan infrastruktur jalan, sumur bor, dan lain-lain bisa dijaga, digunakan, serta dirawat dengan baik sehingga bisa berkepanjangan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

La Ode Tariala di Kursi Belakang Rakerwil, NasDem Dinilai Permalukan Kader Sendiri

Published

on

KENDARI – Kursi yang ditempati Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Sultra justru memantik polemik. Politikus yang hingga kini masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Sultra itu terlihat duduk di barisan belakang, jauh dari deretan elite partai.

Pemandangan itu memicu kritik dari kader senior sekaligus salah satu pendiri NasDem Sultra, Jurni. Ia menilai perlakuan terhadap Tariala bukan persoalan teknis penempatan kursi, melainkan mencerminkan cara partai memperlakukan kadernya sendiri.

“Terlepas dari adanya rekomendasi pergantian Ketua DPRD, Pak Tariala hari ini masih sah menjabat Ketua DPRD Sultra dan masih kader NasDem. Itu harus dihargai,” jelasnya saat ditemui di lokasi Rakerwil, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, penempatan Tariala di kursi belakang memperlihatkan adanya persoalan internal yang tidak dikelola secara dewasa. Padahal, kata dia, NasDem sedang berupaya menjaga soliditas politik di bumi anoa.

Jurni menilai, dalam tradisi politik, etika dan penghormatan terhadap kader merupakan hal mendasar. Karena itu, ia menyebut perlakuan terhadap Tariala justru dapat memunculkan simpati publik kepada Ketua DPRD Sultra tersebut.

“Yang malu sebenarnya bukan Pak Tariala, tapi NasDem sendiri. Publik melihat bagaimana seorang Ketua DPRD diperlakukan oleh partainya sendiri,” jelasnya.

Ia mengatakan, perbedaan politik semestinya tidak dibawa ke ruang-ruang simbolik yang dapat menimbulkan kesan adanya upaya mempermalukan kader. NasDem justru terlihat gagal menjaga estetika politik di hadapan publik.

“Kalau partai mau besar, kader harus diperlakukan dengan baik. Jangan persoalan politik internal kemudian dipertontonkan secara terbuka seperti ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jurni mengingatkan bahwa proses pergantian Ketua DPRD bukan perkara sederhana. Ada mekanisme partai, rapat paripurna DPRD, hingga persetujuan gubernur dan Kementerian Dalam Negeri yang harus dilalui.

“Mengganti Ketua DPRD itu bukan seperti mengganti Ketua Fraksi. Prosesnya panjang dan ada aturan yang harus dihormati,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta Ketua DPW NasDem Sultra Ali Mazi mengevaluasi jajaran internal partai, terutama pihak-pihak yang dianggap memberi masukan keliru dalam penyelenggaraan Rakerwil.

Sebagai salah satu pendiri NasDem di Sultra, Jurni mengaku kecewa dengan situasi tersebut. Perlakuan terhadap Tariala justru berpotensi merusak citra Ali Mazi sebagai Ketua DPW NasDem Sultra dan anggota DPR RI.

“Pak Ali Mazi harus mereview persoalan ini. Jangan sampai orang-orang di sekitar beliau justru merusak citra partai dan citra beliau sendiri,” bebernya.

Bahkan ia menyarankan agar Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi, dievaluasi. Menurut dia, polemik yang muncul dalam Rakerwil tidak lepas dari buruknya komunikasi internal partai.

“Kalau kader diperlakukan seperti ini, orang bisa apatis terhadap NasDem. Hari ini yang muncul justru simpati publik kepada Pak Tariala,” tandasnya.

Continue Reading

Berita

PT WIN Tegaskan Operasional Sesuai Izin dan Siap Hadapi Gugatan Secara Hukum

Published

on

KONAWE SELATAN – Menanggapi pemberitaan terkait rencana gugatan lingkungan yang akan diajukan Perkumpulan Forum Alam Nusantara (P. FAN) terhadap PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN), pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh aktivitas operasionalnya berjalan berdasarkan perizinan resmi dan berada dalam pengawasan instansi pemerintah yang berwenang.

Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, mengatakan perusahaan menghormati hak setiap pihak dalam menyampaikan aspirasi maupun melakukan kontrol sosial terhadap aktivitas pertambangan. Namun, ia menekankan bahwa setiap dugaan pencemaran atau pelanggaran lingkungan harus dibuktikan secara objektif, ilmiah, dan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Dalam negara hukum, dugaan tidak dapat langsung disamakan dengan kesimpulan adanya pelanggaran. Seluruh klaim wajib diuji melalui data, fakta lapangan, kajian ilmiah, dan mekanisme pembuktian yang sah,” ujar Alvian.

Menurutnya, narasi yang berkembang di ruang publik saat ini lebih banyak dibangun berdasarkan asumsi dan kekhawatiran, bukan hasil audit lingkungan maupun putusan lembaga berwenang.

Ia menjelaskan, keberadaan aktivitas pertambangan di sekitar wilayah permukiman tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum selama kegiatan tersebut berada dalam wilayah izin yang sah, memenuhi kaidah Good Mining Practice, memiliki persetujuan lingkungan, serta menjalankan pengendalian dampak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penilaian terhadap aktivitas pertambangan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan persepsi visual atau opini sepihak. Harus ada parameter teknis, data spasial, dan hasil pengawasan resmi,” lanjutnya.

PT WIN juga menilai isu relokasi warga yang mulai berkembang di ruang publik perlu disikapi secara proporsional agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Sebab, secara hukum relokasi bukan merupakan kewajiban otomatis dalam setiap kegiatan pertambangan.

Menurut Alvian, relokasi hanya dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis dan rekomendasi resmi apabila terdapat dampak signifikan yang telah dibuktikan secara ilmiah serta ditetapkan oleh instansi berwenang.

Di sisi lain, PT WIN menyebut selama ini perusahaan turut berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan aktivitas ekonomi warga, perputaran usaha mikro, serta program sosial di wilayah operasional perusahaan.

Karena itu, perusahaan mengingatkan agar isu lingkungan tidak dijadikan alat pembentukan opini prematur tanpa verifikasi yang utuh.

“Kita semua tentu mendukung perlindungan lingkungan hidup. Namun pendekatan yang dibangun harus objektif, berbasis data, dan mengedepankan solusi, bukan sekadar framing konflik yang berpotensi menciptakan keresahan sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

PT WIN memastikan tetap terbuka terhadap evaluasi, pengawasan, maupun koordinasi bersama pemerintah dan masyarakat sepanjang dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum.

Perusahaan juga mengajak seluruh pihak menjaga iklim investasi daerah tetap sehat dan kondusif, mengingat sektor pertambangan memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kepastian hukum dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan seimbang. Jangan sampai opini yang belum terverifikasi justru menimbulkan disinformasi dan merugikan masyarakat luas,” tutup Alvian.

Continue Reading

Berita

PT WIN Ditinjau DLH Konsel, Warga Ungkap Alasan Bukit Diminta Ditangani

Published

on

KONAWE SELATAN – Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait aktivitas pertambangan di Desa Torobulu, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menurunkan tim ke lokasi tambang milik PT Wijaya Inti Nusantara (WIN), Rabu (14/5/2026).

Tim DLH melakukan peninjauan langsung terhadap area eks bukaan lahan sekaligus berdialog dengan warga dan pemilik lahan yang terdampak. Kegiatan tersebut turut disaksikan masyarakat setempat.

Dalam audiensi itu, terungkap bahwa aktivitas penanganan lokasi yang dilakukan PT WIN merupakan permintaan langsung dari pemilik lahan. Sebelum dilakukan pengerjaan, kawasan tersebut berupa perbukitan yang kerap memicu aliran lumpur ke permukiman warga saat musim hujan.

“Sebelumnya perusahaan tidak mau. Kami sendiri yang meminta agar lokasi itu dikerjakan karena setiap musim hujan air dari bukit langsung masuk ke rumah,” ujar salah satu pemilik lahan, Kaisar.

Saat dimintai tanggapan oleh pihak DLH terkait aktivitas perusahaan, Kaisar menegaskan dirinya tidak merasa keberatan atas kegiatan yang dilakukan PT WIN.

“Kami tidak keberatan, Pak,” katanya.

Sementara itu, Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, membenarkan bahwa penanganan lokasi tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat yang merupakan pemilik lahan.

“Memang benar warga yang meminta. Awalnya kami tidak bersedia, namun karena warga yang juga pemilik lahan meminta agar bukit tersebut ditangani dan dibuatkan tanggul di sekitar lokasi, akhirnya kami membantu melakukan penanganan,” jelas Alvian.

Ia menegaskan, perusahaan tetap menjalankan aktivitas pertambangan dengan mengedepankan prinsip good mining practice serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Menurutnya, dalam operasional perusahaan, PT WIN juga melibatkan masyarakat setempat dan rutin menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

“Program CSR rutin kami jalankan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending