Connect with us

HUKRIM

Nongkrong di Jembatan Kuning, Pelajar di Kendari Dibusur OTK

Laporan : Hamit

Published

on

KENDARI – Seorang pelajar berusia 16 Tahun bernama Nur Alam terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Kota Kendari. Dia menjadi korban pembusuran orang tak dikenal (OTK) di pelataran Taman Jembatan Kuning, kelurahan Talia, kecamatan Abeli, pada Selasa (24/1) dini hari.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman mengatakan, awalnya korban bersama rekannya berboncengan mengendarai sepeda motor menuju jembatan kuning, setibanya di Jembatan korban bersama rekannya singgah untuk duduk-duduk.

“Tak lama berselang, iba-tiba satu buah anak panah menancap pada tangan kiri korban,” jelas Eka dalam keterangan tertulisnya

Kata dia, usai kejadian korban sempat dilarikan ke beberapa Rumah Sakit dan puskesmas setempat, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Kendari untuk mendapat perawatan medis.

“Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka tusuk hingga tembus pada tangan sebelah kiri atas siku,” sebut Eka

Sementara itu, kata Eka, menurut keterangan rekan korban saat kejadian, dia bersama 10 rekannya nongkrong di Taman RTH Talia, tak berselang lama datang dua orang tak dikenal menggunakan sepeda motor dan mengarahkan mata busur kearah mereka.

“pelaku menggunakan motor sejenis Satria dari arah jln. Garuda langsung melepaskan mata busur ke arah Taman RTH dan mengenai tangan kiri Nur Alam. Setelah melakukan aksinya OTK tersebut melarikan diri ke arah Lapulu,” ungkapnya

Pihaknya menduga, kejadian pembusuran yang dialami korban merupakan imbas dari perkelahian kelompok pemuda pemuda Bungkutoko dengan pemuda Talia yang terjadi pada malam Minggu dua pekan lalu.

“Sekarang unit Reskrim dan Intelkam Polsek Abeli dengan berkoordinasi Sat Reskrim Polresta Kendari melakukan penyelidikan lanjut, guna mengungkap pelaku,” ucapnya.

“Kami pun sedang gencar melakukan kegiatan patroli di wilayah sekitar jembatan Kuning serta unit Binmas dan Bhabinkamtibmas melaksanakan giat sambang dan penyuluhan guna mengantisipasi perkelahian kelompok,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *