Connect with us

Berita

Nama KSO Basman Kerap Disebut Dalam Sidang Lanjutan PT Antam

Published

on

KENDARI – Empat terdakwa dugaan korupsi ore nikel di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Aneka Tambang (Antam) Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Koruspsi (Tipikor) Kendari, Senin (22/1/2024).

Keempat terdakwa yaitu, General Manager PT Antam Hendra Wijayanto, Kuasa Direktur PT Cinta Jaya (CJ) Agussalim Madjid, Direktur PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) Rudi Hariyadi Tjandra dan Direktur Utama (Dirut) PT Kabaena Kromit Pratama (KKP) Andi Adriyansah.

Sidang kali ini masih dengan agenda pemeriksaan saksi. Adapaun saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebanyak 5 orang. Salah satu saksi yang dihadirkan yaitu Wakil KTT PT Cinta Jaya, Mursidin Syam, 2 saksi dari karyawan PT Antam dan 2 saksi lainnya dari PT KKP.

Saat berjalannya proses persidangan nama Kerjasama Operasional (KSO) Basman berapa kali disebutkan. KSO Basman diduga melakukan aktivitas ilegal di WIUP PT Antam.

Pihak Antam yang hadir memberikan kesaksian menerangkan bahwa sebelumnya telah mengadukan KSO Basman ke Aparat Penegak Hukum (APH), namun hingga saat ini aduan tersebut belum ada perkembangan

Fadly A. Safaa salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang itu menyebutkan, pihaknya akan terlebih dulu mempertimbangkan keterangan dari beberapa saksi.

“Nanti kita lihat pertimbangannya seperti apa,” ujar Fadly.

Terkait aduan pihak PT Antam kepada KSO Basman, Jaksa Fadly menuturkan jika keterangannya seperti itu, artinya Majelis Hakim telah menyampaikan bahwa di persidangan akan diperiksa terlebih dahulu saksi-saksi yang ada diberkas perkara dan akan dibuka kemungkinan saksi-saksi yang disebutkan dalam proses persidangan termaksud KSO Basman.

Sementara, berdasarkan surat aduan PT Antam pada 17 November 2022, KSO Basman diduga masih melakukan pencurian ore nikel di WIUP milik PT Antam yakni area Mandiodo, Lasolo, Lalindu.

Dugaan tersebut diketahui oleh pihak PT Antam saat melakukan patroli tim keamanan pada 9 Juni 2022, 24 Juni 2022, 4 Juli 2022, 19 Agustus 2022, 23 Agustus 2022, 21 September 2022 hingga 28 September 2022.

Berdasarkan hasil patroli tersebut, tim keamanan PT Antam mendapati KSO Basman masih melakukan kegiatan penggalian dan pemuatan ore dari PIT menuju Stock Yard di area WIUP Mandiodo, Lasolo, Lalindu atau Eks PT KMS 27.

“Tim keamanan PT Antam kemudian menghentikan kegiatan aktivitas penambangan dan memerintahkan alat trapping keluar dari area pertambangan WIUP Mandiodo, Lasolo dan Lalindu,” ungkap Dirut PT Antam, Nicolas D. Conter dalam keterangan tertulisnya.

Tak sampai disitu, berdasarkan isi surat aduan PT Antam, tim keamanan juga mendapati KSO Basman sedang barging ke tongkang pada 8 Oktober 2022.

“Sumber ore berasal dari Eks hutan PT KMS 27 di WIUP Mandiodo, Lasolo, Lalindu. dan Jetty yang digunakan untuk pemuatan yaitu PT Sudiro, tongkang KUASA RM 3006, tug boad DRAGONET VII, checker RJB,” bebernya.

Atas dugaan illegal mining yang dilakukan oleh KSO Basman, PT Antam kemudian mengadukan hal tersebut secara tertulis ke Dirtipidter Bareskrim Mabes Polri.

“Kami mohon dukungan dan bantuan untuk menertibkan dan melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin atau illegal mining di dalam WIUP Mandiodo, Lasalo dan Lalindu,” tertulis dalam surat aduan tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Gerak Cepat PT Almhariq Lakukan Perbaikan Usai Longsor Akibat Curah Hujan

Published

on

KENDARI – Bencana Longsor di wilayah Olondoro Desa Rahadopi Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana terjadi akibat tingginya curah hujan. Pernyataan ini disampaikan oleh Yazid, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Almharig.

Menurut dia, hujan yang melanda wilayah itu membuat tanah mudah bergerak dan labil sehingga membuat longsor diwilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Almhariq.

“Tingginya curah hujan adalah penyebab longsor paling umum. Air meresap kedalam tanah sehingga membuat tanah kehilangan kekuatannya, apalagi jika kondisi ini terjadi didaerah kemiringan atau tebing, tanah mudah bergerak sebab air menambah beban pada tanah,” ucapnya Sabtu, 11 April 2026.

Kata Yazid, longsor yang sama pernah terjadi pada bulan Juni tahun 2025 yang lalu, dimana longsor terjadi saat PT Almhariq tidak sedang beraktivitas dan Longsor ini terjadi di lokasi yang sama, di sisi badan jalan, bukan di area pit tambang.

“Saat itu curah hujan juga tinggi, sama kondisinya saat ini,” tutur pria kelahiran Pulau Kabaena ini.

Jarak antara lokasi longsor dengan mata air kurang lebih 500 meter, dan tidak mempengaruhi mata air masyarakat.

“Jadi bukan mata air yang tertimbun material longsor, tetapi pipa salah satu penyedia jasa Air bersih yang dikelola yayasan,” imbuhnya.

Saat terjadi longsor beberapa waktu lalu, pihak PT Almhariq langsung bergerak cepat melakukan penanganan dengan mengirimkan tim ke lokasi bersama dengan alat beratnya. Bahkan koordinasi ke pemerintah desa Rahadopi juga dilakukan guna memastikan penanganan longsor berjalan dengan baik.

Pada saat penanganan longsor pertama dan kedua kondisi pipa yayasan sangat aman karena berada di bawah tanah dasar, tetapi longsor yang ketiga agak aneh (berdasarkan video yang beredar), Posisi Pipa berada di atas tanah. Kami menduga, ada pihak-pihak yang menyabotase peristiwa ini untuk mnyudutkan PT. Almharig.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Penangan telah kami lakukan, meski pada akhirnya penanganan longsoran ketiga, alat kami dihentikan oleh beberapa oknum dengan alasan yang tidak jelas. Namun saat kunjungan Pak Wakil Bupati Bombana (dalam video yang beredar dimedia sosial), ada alat lain yang kami duga alat perusahaan lain, bisa masuk kelokasi kejadian longsor. Meski begitu, alat berat kami tetap kami standbykan untuk penanganan,” tutur Yazid.

Sebelum menutup, Yazid menambahkan bahwa berdasarkan berita acara pada tanggal 26 Maret 2026, hasil peninjauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana, menemukan fakta lapangan bahwa kondisi mata air lare,ete masih jernih dan tidak terdapat endapan lumpur akibat longsor.

Begitu juga kondisi mata air yang dikelola oleh pihak yayasan yang digunakan oleh warga kelurahan Teomokole,  Rahampu,u, Sikeli, Baliara, Baliara Selatan dan Desa Langkema masih dalam keadaan jernih dan tidak ditemukan bukti adanya endapan lumpu akibat longsor.

Continue Reading

Berita

Kepala UPP Molawe Pimpin Rapat Bulanan dan Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Pelayanan

Published

on

KENDARI – Kepala Kantor UPP Kelas I Molawe, Capt. Marsri Tulak R, memimpin rapat bulanan yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi kinerja sekaligus memperkuat koordinasi antarpegawai dalam menjalankan tugas organisasi.

Rapat tersebut bertujuan meningkatkan sinergi internal guna mendukung pelayanan optimal di bidang kepelabuhanan. Melalui forum ini, seluruh jajaran diharapkan mampu menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Momentum Halal Bihalal juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi antarpegawai, sekaligus menjadi ruang untuk saling memaafkan pasca perayaan Hari Raya.

Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat mendorong semangat kerja yang lebih solid dan profesional.

Dalam kesempatan itu, pimpinan menekankan pentingnya komitmen seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan koordinasi yang kuat, pelayanan kepelabuhanan di UPP Molawe diharapkan terus meningkat sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas.

Continue Reading

Berita

Pegawai UPP Molawe Gelar Apel Pagi, Serahkan SK Kenaikan Pangkat April 2026

Published

on

KONAWE UTARA – Seluruh pegawai UPP Kelas I Molawe melaksanakan apel pagi rutin pada Senin, April 2026. Apel tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat periode April 2026 kepada sejumlah pegawai.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor UPP Molawe, Capt. Marsri Tulak.

Apel pagi kali ini menjadi momentum perdana setelah berakhirnya Posko Angkutan Laut Lebaran 2026.

Dalam amanatnya, Kepala Kantor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai atas kinerja selama masa posko. Ia menilai seluruh personel telah bekerja secara maksimal dan penuh tanggung jawab.

Selain itu, ia juga mengucapkan selamat kepada para pegawai yang menerima kenaikan pangkat. Menurutnya, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas loyalitas, dedikasi, dan kinerja yang telah ditunjukkan.

Ia turut mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga semangat kerja serta memperkuat solidaritas di lingkungan kerja.

Kepala Kantor menegaskan bahwa peningkatan pelayanan publik harus terus menjadi prioritas, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

UPP Molawe pun berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di wilayah kerjanya.

Continue Reading

Trending