Connect with us

Politik

Badko HMI Harapkan Pengganti Imran di DPR RI Bukan Haerul Saleh

Penulis : Redaksi

Published

on

Arsadam Moita, Sekum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi tenggara

KendariMerdeka.com – Partai Gerindra baru saja kehilangan kader terbaiknya. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, Drs H  Imran M.Si meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sultra di Kendari, Sabtu, sekitar pukul 00.08 Wita.

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi tenggara, melalui sekretaris umumnya Arsadam Moita mengatakan, Imran merupakan salah satu politisi Sultra yang menjadi representasi masyarakat. HMI sebagai organisasi kepemudaan di Sultra ikut serta mendo’akan semoga almarhum Mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin YRA

Merunut pada momentum pilcaleg Anggota DPR RI dapil Sultra ditahun 2019, perolehan terbanyak suara kedua Partai Gerindra yang ditetapkan KPU adalah Haerul Saleh. Dia sesuai aturan merupakan pengganti antar waktu (PAW) urutan Pertama Partai Gerindra untuk anggota DPR RI Terpilih.

Namun, banyak meninggalkan preseden yang tidak baik bagi partai dimata masyarakat. Pada 2014, saat
Haerul Saleh maju mencalonkan diri, saat itu haerul saleh digugat oleh calon lain H Aptati Kamarudin.

Dia diduga, melakukan penggelembungan suara yang berdampak pada pemecatan 5 anggota komisioner KPU Kolaka. Sehingga, sempat menuai polemik.

Bukan hanya itu, Setelah Bapak Haerul saleh Dinyatakan terpilih dan menjalankan tugas selaku anggota DPR RI fraksi Partai Gerindra dapil Sultra periode 2014-2019 dengan berbagai macam praharanya, ia dianggap tak banyak berkontribusi bagi masyarakat Sultra.

“Kami meminta DPP Partai Gerindra untuk mempertimbangkan Haerul Saleh sebagai Penganti Antar Waktu (PAW) partai gerindra penganti Alm. Drs. H. Imran M. Si di senayan” ujar Arsadam Moita.

Dia melanjutkan, Badko HMI mengharapkan penganti Antar Waktu (PAW) Almarhum Imran yang diputuskan DPP partai Gerindra lebih mengedepankan kader visioner dan berintegritas. Kader yang mampu memperjuangkan daerahnya di senayan dan yang lebih penting lagi tidak cacat secara demokrasi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *