KendariMerdeka.com, Kendari – Laporan Polisi yang dilakukan oleh pengacara keluarga Gubernur Sulawesi Tengga Ali Mazi belum memiliki perkembangan di Kepolisian Daerah Sultra, Senin (13/7/2020).
Diketahui, replika pocong Ali Mazi tersebut dibuat dan dibakar oleh massa aksi yang melakukan unjuk rasa di gerbang perbatasan Kendari-Konsel terkait penolakan kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Aman Center, Laode Rahmat Apiti mengungkapkan, tidak adanya perkembangan kasus pembakaran replika pocong Gubernur Sultra diduga karena adanya tekanan dari pihak lain untuk menahan kasus tersebut.
“Sampai hari ini belum ada progres yang menggembirakan, kasus ini jalan di tempat, tidak ada progres,” ungkapnya.
“Penyidik yang menangani kasus ini tidak taktis, mungkin ada tekanan pihak lain. Sehingga prosesnya statis, semoga kasus ini berjalan lurus dan tidak belok kanan dan kiri,” ujarnya.
Kata Rahmat, sejak bergulirnya kasus tersebut, SMS Center Aman Center kebanjiran dukungan dan pertanyaan terkait lambannya progres kasus tersebut.
“Saat ini kami bisa jelaskan perkembangan dan meredam kegelisahan mereka terhadap kasus tersebut. Tapi kawan kawan juga bertanya kenapa kasus ini lamban. Yang bisa menjawab tentu sohib Kepolisian,” katanya.
Rahmat berharap Kepolisian berjalan tegak lurus dalam memproses dugaan kasus replika pocong Gubernur Sultra.
“Silahkan teman teman bekerja sesuai tupoksi. Tapi kami akan memonitor terus, kami tahu ada yg mau “menekan” agar kasus ini “memfosil” di meja kepolisian,” katanya lagi.