KendariMerdeka.com, Muna – Pemerintah Kabupaten Muna sudah memasang hotspot internet gratis pada lima titik yang bisa diakses masyarakat. Kelimanya, berada di Tugu Jati, Rujab Galampa Kantolalo, Lapak, Rumah Adat dan di Kecamatan Pasir Putih.
Pemasangan yang rencananya dilakukan pada enam titik ini, tinggal menunggu peresmian. Keberadaan Wi-Fi yang direncanakan gratis bagi masyarakat, setelah adanya kerjasama PT Telkom.
Ternyata, upaya Pemda mendapat penolakan dari tokoh pemuda pasir putih. La Keking salah satu tokoh pemuda angkat bicara. Dia menyatakan, pengadaan wi-fi gratis dari Pemkab Muna, akan menimbulkan tanya dari kecamatan lain.
“Bupati juga harus memperhatikan asas pemerataan pembagian wifi, pasalnya kita terdiri dari 22 kecamatan se-kabupaten Muna. Kenapa hanya Raha dan kecamatan pasir putih desa pola yang diadakan?” Ujar La Keking.
WiFi gratis ini, menurut La Keking, memiliki kecepatan internet180 mbps dengan jangkauan hotspotnya 500 meter. Bukan bermaksud menolak, pihaknya menginginkan pemerataan dan tidak pilih kasih.
“Seharusnya ada alasan, kenapa harus lompat di kecamatan pasir putih,” ujar Keking.
Seorang mahasiswa asal Pasikolaga, Hikmah juga mempertanyakan upaya Pemda Muna memasukkan wi-fi di Pola. Menurut Hikmah, di Pola sudah ada pemancar Telkomsel.

“Sehingga untuk mengases internet itu sangatlah mudah, nah kalau kita bandingkan di kecamatan Pasikolaga yang susah jaringan internet, untuk mendapatkan jaringan internet apa lagi kuliah online kami harus masuk hutan atau di kebun-kebun. Seharusnya pemerintah memprioritaskan tempat-tempat yang membutuhkan,” ujar Hikmah.
Dia menyebutkan, Kecamatan Pasikolaga sangat membutuhkan wifi gratis tersebut. Pemkab dinilai lebih bijak jika mengalihkan program WiFi ke pasingkolaga saja.