Connect with us

Berita

156 TKA Kloter I Diduga Bukan Tenaga Ahli, HMI Kendari Tagih Janji Ketua DPRD Sultra

Published

on

Mahasiswa Kendari Melakukan Demonstrasi Penolakan TKA asal China

KendariMerdeka.com, Kendari – Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung dari beberapa elemen telah melakukan aksi penolakan kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing PT VDNI dan OSS asal China di depan bandara halu oleo, Selasa (23/6/2020) lalu. Namun aksi penolakan tidak membuat TKA asal china itu tertahan lama didalam bandara, melalui pengawalan ketat aparat kepolisian yang didampingi ketua DPRD Sultra TKA lolos dengan menggunakan jalan alternatif.

Ketua umum HMI cabang kendari, Sulkarnain mengungkapkan bahwa kedatangan TKA itu di kawal ketat aparat kepolisian dan ketua DPRD Sultra (26/6/2020)

“Aneh, masa TKA itu di kawal melebihi pengawalan presiden bukan hanya polisi ketua DPRD juga ikutan ngawal,” ujar sul.

Sulkarnain menerangkan bahwa ketua DPRD sempat hadir dan berorasi untuk meredam masa aksi kemudian berjanji kepada masa aksi untuk melakukan verifikasi pada berkas TKA mulai dari visa hingga RPTKA

“Ketua DPRD itu sempat orasi dia berjanji akan lakukan verifikasi berkas TKA. Baik visa maupun RPTKA tapi ternyata dia justru ikut kawal TKA dan tidak lagi keluar lewat kami aksi,” terangnya.

Sulkarnain menduga jika RPTKA dan VISA TKA asal Negara tirai bambu itu tidak sesuai peraturan yang berlaku. Sehingga mereka menggunakan jalan alternatif untuk meloloskan para TKA. Pihaknya juga menduga 156 TKA kloter I itu tidak memiliki skill. Untuk itu pihaknya menagih janji ketua DPRD Provinsi Sultra untuk memulangkan TKA asal china tersebut.

“Jujur kami duga TKA itu tidak ada RPTKA dan VISA mereka dipaksakan lolos lalu ketua DPR sempat janji bahwa dia akan pulangkan TKA itu,” ungkapnya.

Pihaknya akan kembali melakukan aksi unjuk rasa (unras) jilid 2 dan memboikot kedatangan TKA gelombang kloter 2 di Bandara Halu Oleo.

“Kami masih konsolidasi kalau perlu kami lakukan boikot permanen di Bandara kalau aksi jilid 2,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *