Connect with us

Berita

Wabah Corona Bikin Panik, KKP Ketat Awasi Kapal Asing di Sultra

Penulis: Redaksi

Published

on

Rapat dengar pendapat DPRD Sultra dan Forkompinda terkait antisipasi penyebaran wabah virus Corona.

KendariMerdeka.com – Wabah virus Corona yang menyebar cepat pada sejumlah negara di dunia membuat panik warga masyarakat di Sultra. Berbagai postingan status di media sosial, menunjukkan ketakutan warga terhadap wabah mematikan asal Tiongkok itu.

Setelah pelarangan imigrasi terhadap masuknya pekerja asal China, sejumlah kapal asing kini mulai diawasi ketat. Salah satunya, pencegahan dan penanganan dini Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kendari.

Berkoordinasi dengan pihak Dinkes Sultra, KKP Kendari sudah memasang alat pemindai suhu tubuh atau thermal scanner di Bandara Haluoleo Kendari.

Sejumlah pintu masuk yang berpotensi dilalui pekerja asal Tiongkok juga diawasi secara ketat. Selain mengurangi kepanikan warga, juga sebagai langkah antisipasi wabah virus ini yang sudah menelan korban 106 orang lebih.

Kasi Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah KKP Kendari, Wahyuni Hasni Tamrin menyatakan, KKP sudah membangun komunikasi dengan pihak Bea Cukai Kendari. Komunikasi ini, termasuk keterlibatan KKP mengawasi langsung laju keluar masuk pekerja asal China.

Aturan yang berlaku sebelumnya, kapal asing yang masuk tidak diperbolehkan langsung merapat di jalur naik turun penumpang. Tetapi, harus melalui proses karantina dan pemeriksaan.

“Pengecekan kondisi kesehatan dilakukan pada seluruh awak kapal, dilengkapi fasilitas laser, waktunya 1×24 jam sehingga mereka bisa merapat dan sandar di pelabuhan,” ujar Wahyuni.

Hal ini, untuk mengantisipasi gejala demam yang jadi salah satu gejala indikasi virus corona. Jadi, ketika masa inkubasi virus sudah dinyatakan aman, kapal baru bisa bersandar.

Data dari KKP, sejak 1 Januari 2020 hingga hingga 27 Januari 2020, sudah ada18 kapal asing di wilayah Sultra. Dengan keperluan berbeda-beda, sebagian besar untuk keperluan pertambangan.

“Ada dari China, Singapura, Filiphina, Australia dan sejumlah negara lainnya,” pungkasnya.(tim)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *