Connect with us

Berita

Rektor UHO Kendari Dinilai Layak Jadi Pj Gubernur Sultra

Published

on

KENDARI – Ketua Umum Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ados menyatakan dukungan penuh kepada Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof Muhammad Zamrun Firihu sebagai calon Penjabat (Pj) Gubernur Sultra.

Menurut Ados, Prof Zamrun merupakan sosok yang layak dan memiliki kapabilitas untuk mengemban amanah besar ini, berkat prestasi dan dedikasinya yang sudah terbukti selama memimpin Universitas Halu Oleo. Selama kepemimpin Prof Zamrun sejak tahun 2016, ia mampu membawa kampus tersebut ke arah yang lebih maju.

“Kampus UHO Kendari di bawah kepemimpinan Prof Zamrun telah mengalami banyak kemajuan signifikan. Pencapaian ini bukan hanya hasil dari kepemimpinan yang baik, tetapi juga mencerminkan kapasitas beliau dalam mengelola dan memajukan sebuah institusi besar,” ungkap Ados, Sabtu (10/8/2024).

Salah satu bukti nyata dari kemajuan yang dicapai UHO dibawah kepemimpinan Prof Zamrun yaitu peningkatan peringkat kampus dalam pemeringkatan Webometrics tahun 2024. UHO berhasil naik dari peringkat 54 menjadi peringkat 32 dari 3.381 Perguruan Tinggi di Indonesia. Atas pencapaian yang sangat membanggakan itu menunjukkan bahwa Prof Zamrun mampu membawa UHO menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia.

“Saya mendukung penuh Prof Zamrun Firihu sebagai Pj Gubernur Sultra, karena beliau telah terbukti membawa UHO mencapai prestasi ini,” ucap Ados.

Tidak hanya itu, Ados juga menyoroti kemajuan di bidang fasilitas pendidikan di UHO Kendari. Kata dia, dibawah kepemimpinan Prof Zamrun setiap fakultas di UHO kini memiliki laboratorium yang memadai pada setiap jurusan atau program studi. Tentunya menunjukkan komitmen Prof Zamrun dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UHO serta memberikan dukungan yang maksimal bagi pengembangan akademik mahasiswa.

“Prestasi ini semakin mengukuhkan bahwa Prof Zamrun sangat layak untuk menjadi Pj Gubernur Sultra,” tegas Ados.

Ados menambahkan bahwa Prof Zamrun bukan hanya berhasil di bidang akademik, tetapi juga dikenal sebagai sosok yang humanis, tegas serta dekat dengan masyarakat Sultra. Karakter ini sangat penting bagi seorang pemimpin yang akan memegang kendali provinsi sebesar Sultra.

“Prof Zamrun adalah salah satu putra terbaik Sultra yang sangat peka dan memahami kebutuhan masyarakat. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa saya yakin beliau akan menjadi Pj Gubernur yang sukses,” tambah Ados.

Ados berharap agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam proses seleksi calon Pj Gubernur Sultra dapat memprioritaskan putra daerah yang memiliki rekam jejak baik dan prestasi mentereng seperti yang dimiliki oleh Prof Zamrun. Sebab, rekam jejak yang baik dalam memimpin suatu instansi adalah indikator penting dalam menentukan siapa yang layak mengemban tugas sebagai Pj Gubernur.

“Saya menaruh harapan besar kepada Kemendagri agar dalam melakukan seleksi terhadap 3 nama calon Pj Gubernur yang diusulkan oleh DPRD Sultra, dapat memperioritaskan putra daerah yang telah terbukti sukses memimpin,” tutup Ados.

Dukungan yang diberikan oleh LPM Sultra ini semakin menguatkan posisi Prof Zamrun sebagai kandidat untuk menjadi Pj Gubernur Sultra. Dengan rekam jejak yang cemerlang di dunia akademik serta karakter yang humanis dan tegas, Prof Zamrun diyakini mampu membawa Provinsi Sulawesi Tenggara ke arah yang lebih baik, sebagaimana yang telah ia lakukan untuk UHO.

Sebagaimana diketahui, pada 6 Agustus 2024 lalu DPRD Sultra menggelar rapat paripurna atas berakhirnya masa jabatan Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto. Dalam rapat tersebut DPRD mengusulkan 3 nama untuk disetor ke Kemendagri. Ke 3 nama yaitu Andap Budhi Revianto, Asrun Lio dan Profesor Zamrun Firihu.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Warga Lingkar Tambang Sampaikan Dukungan untuk PT WIN di PN Andoolo

Published

on

KONAWE SELATAN – Sejumlah warga Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Senin (8/6/2026), untuk menyampaikan dukungan terhadap PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang saat ini tengah menghadapi gugatan terkait aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Aksi yang berlangsung tertib dan damai itu diikuti masyarakat lingkar tambang yang mengaku merasakan manfaat langsung dari keberadaan perusahaan, baik melalui kesempatan kerja maupun kontribusi terhadap pembangunan desa.

Koordinator lapangan aksi, Pemrin, mengatakan PT WIN telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa.

“Kami merasakan langsung manfaat dari keberadaan perusahaan. Banyak warga yang bekerja di perusahaan, dan berbagai program sosial serta pembangunan telah dirasakan masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan orasi.

Menurut Pemrin, berbagai tudingan yang selama ini diarahkan kepada PT WIN dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Massa aksi juga menilai bahwa keberadaan investasi perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat setempat.

Selain menyampaikan dukungan kepada PT WIN, warga berharap majelis hakim PN Andoolo dapat memeriksa dan memutus perkara secara independen, objektif, serta berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berharap pengadilan dapat memberikan putusan yang adil berdasarkan bukti serta fakta yang sebenarnya,” kata Pemrin.

Masyarakat menegaskan bahwa aspirasi yang mereka sampaikan merupakan bentuk partisipasi warga yang selama ini merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan. Mereka berharap suara masyarakat juga menjadi bagian dari perhatian dalam dinamika yang berkembang terkait PT WIN.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir setelah perwakilan warga menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak Pengadilan Negeri Andoolo.

Dalam pernyataan sikap tersebut, masyarakat menyampaikan enam poin, yakni mendukung investasi yang berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mengapresiasi kontribusi PT WIN terhadap penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, juga pembangunan di wilayah lingkar tambang, menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, meminta perkara diputus secara objektif berdasarkan fakta persidangan, menolak penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya, serta mendorong penyelesaian perbedaan pendapat melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku.

Sementara itu, perkara yang melibatkan PT WIN saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Andoolo. Hingga berita ini diterbitkan, pihak penggugat belum memberikan tanggapan terkait aksi dukungan yang dilakukan warga Desa Torobulu tersebut.

Redaksi masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak penggugat guna menghadirkan informasi yang berimbang sesuai kaidah jurnalistik.

Continue Reading

Berita

Polda Sultra Tetapkan Satu Tersangka Tambang Ilegal di Kolaka, Tiga Excavator Disita

Published

on

KOLAKA – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Sultra. Melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), aparat kepolisian mengungkap dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Edi Raharjono, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penambangan ilegal di wilayah tersebut.

“Ada laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penambangan ilegal di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa,” ujar AKBP Edi, Minggu (7/6/2026).

Menindaklanjuti laporan itu, tim Ditreskrimsus Polda Sultra melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi yang dimaksud. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan adanya aktivitas pertambangan yang diduga dilakukan tanpa mengantongi izin resmi.

Di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit excavator yang diduga digunakan dalam kegiatan penambangan ilegal, serta tumpukan batu hasil aktivitas pertambangan.

“Tim mengamankan tiga unit excavator dan material batu yang diduga merupakan hasil aktivitas tambang ilegal,” kata Edi.

Selain menyita barang bukti, penyidik juga menetapkan seorang tersangka berinisial DD (32) yang diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut.

“Kami telah menetapkan satu orang tersangka berinisial DD,” ungkapnya.

Saat ini, tersangka telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 158 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), dengan ancaman pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Continue Reading

Berita

Evaluasi Kinerja dan Penguatan Sinergi Jadi Fokus Rapat Bulanan KUPP Molawe

Published

on

KONAWE UTARA – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Molawe menggelar rapat bulanan pada Rabu (3/6/2026) sebagai bagian dari upaya evaluasi kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUPP Kelas I Molawe, Capt. Marsri Tulak R dan diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan KUPP Molawe.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan capaian kinerja selama periode sebelumnya, sekaligus memperkuat koordinasi serta sinergi antarpegawai dalam menjalankan fungsi pelayanan kepelabuhanan.

Dalam rapat tersebut, berbagai capaian kerja yang telah diraih menjadi bahan pembahasan bersama.

“Sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas turut dievaluasi guna menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan,” kata KUPP Molawe.

Para peserta juga membahas rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan efektivitas kerja, memperkuat pengawasan, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa pelabuhan.

Kepala KUPP Kelas I Molawe menegaskan pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi yang baik antarpegawai dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

Ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk terus meningkatkan disiplin, integritas, dan profesionalisme sebagai wujud komitmen dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Melalui rapat bulanan ini, KUPP Kelas I Molawe berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung terwujudnya transportasi laut yang selamat, aman, tertib, lancar, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa.

Continue Reading

Trending