KendariMerdeka.com, Kendari – Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sultra Bergerak melakukan Salat Jenazah di depan Kantor Imigrasi Kelas I A TPI Kendari. Salat Jenazah ini dilakukan karena mahasiswa menilai hati nurani Kepala Imigrasi dianggap telah mati dengan mengizinkan masuknya TKA di PT VDNI dan OSS di tengah Pandemi Covid-19.
Dari pantauan media ini, Jendral Lapangan Rafiul Awal memimpin Salat Jenazah tersebut dan diikuti oleh massa aksi.
“Sholat Jenazah ini bentuk berdukanya kami kepada Kepala Imigrasi Kendari dengan mengizinkan dengan bebas TKA masuk di Sultra,” kesalnyq.
Rafiul Awal berujar, sifat keji bangsa termasuk Imigrasi adalah bentuk penjajahan kepada masyarakat Sultra.
“Kantor Imigrasi yang ada di depan kami. Mereka hanya mementikan investasi dan keuntungan,” katanya.
“Namun kami punya keluarga yang resah dengan adanya Virus Corona. karena adanya virus Corona aktivitas kami dan keluarga terbatas. Tapi kenapa 500 TKA bisa masuk?,” tanya Rafiul.
Untuk diketahui, sampai berita ini diterbitkan, massa aksi yang tergabung dalam PPMSB terus melakukan demonstrasi dengan membakar ban.