KendariMerdeka.com – Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Muna Barat menganggap mahasiswa Mubar yang melakukan syukuran atas kemunduran Rajiun Tumada sebagai Bupati Mubar adalah pesanan politik.
“Mereka itu adalah barisan lama anti Rajiun yang bersekongkol dengan dinasti politik Ridwan BAE cs,” kata Ketua Pospera Mubar, Nukman, Kamis (1 Oktober 2020).
Dia mengatakan, sejak awal Rajiun mendeklarasikan diri sebagai Cakada di Muna, sudah ada sikap yang aneh-aneh. Seolah mereka tidak merelakan Rajiun maju di Muna. Bahkan parahnya sampai dikatan kalau Rajiun itu telah menghianati rakyat Mubar.
“Inikan lucu. Mereka yang kokoh meminta Rajiun untuk lanjutkan kepemimpinannya, mereka pula yang lakukan syukuran,” kata Nukman.
Pada dasarnya, kelompok dinasti politik Ridwan BAE cs memang tidak menginginkan Rajiun masuk di Muna. Sepertinya ada kekhawatiran jika Rajiun masuk di Muna berpotensi untuk memutus rantai kekuasaan yang telah lama terbangun.
Bisa saja kalau mereka takut. Rajiun memang kuat dibasis rakyat. Hal itu terbukti pada pertemuan-pertemuan yang dilakukan. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan mantan Kasat Pol PP Sultra itu.
Untuk diketahui, pasangan dengan akronim RAPI ini telah melakukan pertemuan sebanyak 613 kali di Muna. Hal itu dilakukan untuk meraih kemenangan besar.
Selain itu hal yang paling substansial adalah Rajiun ingin mengetahui kondisi wilayah kabupten Muna. Agar kedepan, kelak menjadi Bupati Muna, tidak lagi kerepotan untuk merencanakan pembangunan.