kendarimerdeka.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara serius menangani kasus penganiayaan mahasiswa UHO pekan lalu. Polda berkomiten segera menangkap pelaku penganiayaan mahasiswa UHO.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, Kombes Pol La Ode Aris Elfatar mengatakan, peristiwa pembacokan terhadap mahasiswa UHO pihaknya telah membentuk tim. Ia mengharapakan, semua pihak mempercayakan penuh kepada polisi.
“Pada hari itu, kami langsung membentuk tim bersama Polres dan Polda menyusuri TKP mencari petunjuk untuk identifikasi pelaku, termasuk CCTV. Hasilnya belum ada petunjuk,” ucap Aris.
Namun, ia mengatakan akan terus mencari dan mengumpulkan bahan keterangan terkait itu.
“Saya berjanji Lillahita’ala, demi Allah tidak akan menyembunyikan fakta di balik peristiwa ini,” imbuhnya.
Masih kata Aris, saat ini pihaknya terus melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku penganiayaan. Dari rekaman CCTV, Polda Sultra sudah memiliki gambaran pelaku penganiayaan.
“Saya memohonan maaf karena belum bisa menangkap pelaku tetapi dengan ciri-ciri fisik yang ada kami terus mengejar pelakunya,” kata Aris
Di tempat terpisah, Kuasa Hukum PT Masempodalle Dr Abdul Rahman SH mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Terkait hal ini, pihaknya juga sudah membuat laporan polisi.

Kuasa Hukum PT Masempodalle Dr Abdul Rahman SH.
“Kami percayakan semua kepada aparat kepolisian. Kami ini, juga sebagai korban ingin pelaku secepatnya diamankan kepolisian,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika masyarakat menuding pihaknya dibalik penganiayaan terhadap salah seorang mahasiswa UHO, itu merupakan suatu kesalahan. Sebab, tudingan ini tak disertai bukti kuat.
Kata Rahman, dua perusahaan yang disuarakan mahasiswa kehutanan terbukti bukanlah bagian dari PT Masempodalle. Alasannya, konflik internal dalam perusahaan menyebabkan hubungan rengggang sekitar 7 bulan lalu.
“PT Askon dan PT MLP ini tidak ada hubungannya dengan PT Masempodalle,” jelasnya.
Diketahui, salah seorang mahasiswa UHO yang berdemonstrasi menuntut penyelesaian kasus kejahatan lingkungan di Konawe Utara, dianiaya orang tak dikenal. Mendapat puluhan jahitan karena mengalami luka di kepala, rekan-rekannya berdemonstrasi di Depan Kantor PT Masempodalle.
Tidak hanya itu, sejumlah mahasiswa masuk dan merusak fasilitas kantor. Aksi mereka sempat terekam CCTV yang terpasang dalam areal kantor. Karena pengrusakan ini, PT Masempodalle mengalami kerugian puluhan juta rupiah.