KendariMerdeka.com –
Menghapus tato di bagian tubuh, jadi impian banyak pemuda. Namun, sampai hari ini, banyak pemilik tato terkendala biaya.
Padahal, tato kadang masih dijdikan pembeda status sosial oleh sebagian kalangan masyarakat. Banyak pihak menganggap, tato identik dengan tren negatif.
Tidak lama lagi, sebuah lembaga bernama Pemuda Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat) IB bakal resmi terbentuk. Hadirnya komunitas ini, disertai kegiatan amal rutin menghapus tato.
Ketua Pekat IB, Amril Sabara menyatakan, ajang ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial kepada kelompok pemuda. Selain itu, turut meringankan mereka yang membutuhkan bantuan namun belum memiliki cukup biaya.
“Bukan hanya hapus tato, kami sudah memiliki ajang rutin yang akan kami laksanakan setiap Jumat,” ujar Amril Sabara, Jumat (24/1/2019).
Dia berujar, komunitasnya sudah mengunjungi panti asuhan untuk memberikan santunan. Harapannya, anak-anak tak mampu di panti bisa terbantu. Selain itu, pihaknya menggalang semua elemen masyarakat dari berbagai kalangan untuk lebih peka dan peduli.
“Sebagai manusia, jika punya rejeki mesti berbagi. Sebab, rejeki juga datang dari manusia lainnya,” kata Amril Sabara.
Selain itu, Pekat IB Sultra juga sementara menyusun tim relawan peduli bencana alam. Nantinya, tim ini akan siap turun membantu bersama Tim Basarnas dalam setiap kegiatan evakuasi. Tim juga akan dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan mitigasi.
Jika tak ada aral melintang, Pekat IB bakal digelar akhir Februari 2020. Rencananya, Kota Kendari bakal menjadi wilayah menggelar muswil pertama.