KendariMerdeka.com, Kendari – Pandemi Corona Covid-19 di Sulawesi Tenggara menurunkan pendapatan ribuan tukang tukang ojek online. Sejak pertengahan Maret, pendapatan ojol tak seperti biasanya.
Seorang tukang ojek online di Kendari, Sirjon (25) mengatakan, sebelum covid-19, dia bisa mendapatkan 20 orang penumpang setiap hari. Jumlah ini, hanya dengan memarkir kendaraan di sekitar lokasi pasar.
“Sekarang hanya 5 orang saja setiap hari,” kata Sirjon, Minggu (26/4/2020).
“Mungkin juga karena kantor banyak yang tutup,” ujar salah seorang pengojek lainnya.
Anggota Satuan Brimob Polda Sultra, langsung turun tangan membantu ojek online bertahan hidup. Anggota Brimob membagikan 300 paket takjil gratis kepada ojol untuk diantarkan kepada warga.
Saat mengantar takjil untuk warga Kota Kendari, mereka diberikan upah oleh pihak Brimob. Dansat Brimob Polda Sultra melalui Kabag Operasional Kompol Aris R menyatakan, pihaknya berusaha peduli terhadap tukang ojek online karena mengetahui upah mereka mengalami penurunan.
“Kita berusaha, membantu mereka tetap bekerja meskipun kecil nilainya. Sebab, saat ini pelanggan banyak berdiam di rumah yang berpengaruh pada gaji ojol setiap hari,” ujar Kompol Aris R, Minggu (25/4/2020).

