KendariMerdeka.com – Mengantisipasi bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tenggara, Basarnas Kendari memberi pembekalan tentang teori dan tehnik kepada 60 orang potensi SAR yang baru dari Polri, TNI, mahasiswa dan relawan yang selalu melibatkan diri ketika terjadi musibah dan bencana alam.
Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi menjelaskan para potensi SAR yang diberi pelatihan selama 7 hari tersebut dilatih oleh instruktur Basarnas Kendari dan instruktur Badan Sar Pusat. “Kami selalu mencari bibit bibit atau potensi yang baru SAR setiap tahunnya dan dibekali semua ilmu yang dibutuhkan disaat terjadi bencana atau peristiwa yang membutuhkan tenaga SAR,” katanya usai menutup secara resmi Pelatihan Potensi SAR Pertolongan di Air, Minggu (1/3/2020).
Aris menambahkan disetiap pelatihan potensi SAR, tidak semua peserta yang dilatih tidaklah semua terserap dan terdaftar orang-orang yang mambantu basarnas saat terjadi bencana alam. Ini membuktikan bahwa Basarnas Kendari serius mencari para potensi SAR yang ada di Sulawesi Tenggara yang saat rentang terjadi bencana alam dan peristiwa seperti kapal tenggalam dan beberapa kejadian lainnya.
“72 jam dari 60 potensi sar yang di latih, dua dinyatakan tidak berpotensi namun pelatihan selanjutnya tetap kami akan libatkan. Mungkin saja dua rekan tersebut belum fokus menerima materi dan pratek di lapangan,” jelasnya.
Pelatihan selama tujuh hari tambah Aris Sofingi diberharap semua peserta yang dinyatakan lulus oleh instruktur dapat membantu tugas pelaksanaan operasi SAR seperti pada pertolongan di air sesuai dengan standar penyelamatan dan memiliki pola pikir serta pola tindak.