Connect with us

Politik

Soal PAW Imran, Aliansi Pemuda Pemantau Legislatif Soroti Haerul Saleh

Penulis : Redaksi

Published

on

Haerul Saleh. (Foto: Kompasiana.com)

KendariMerdeka.com, Kendari – Ketua Alisansi Pemuda Pemantau Legislatif Sultra, La Ode Saridin, ikut menyoroti soal PAW Imran, Anggota DPR RI asal DPD Partai Gerindra Sultra. Sebelumnya, Haerul Saleh sempat dibahas oleh Sekretaris PD Satria, Iskandar Kasim dan Mantan Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Anton Timbang.

Dia menyatakan, sebaiknya calon yang ditunjuk menjadi PAW Imran adalah sosok dengan integritas dan moral yang baik.

Melihat aturan yang ada, Haerul Saleh yang merebut suara terbanyak kedua pada pilcaleg lalu, bisa menggantikan almarhum Imran. Namun, isu yang menuding dirinya terkait kasus perolehan suara saat pilcaleg 2014, harus diklarifikasi dengan jelas oleh Haerul Saleh.

“Saat itu ada sejumlah kasus yang harus diklarifikasi, soal kasus permasalahan 2014 saat perhitungan dan jumlah suara di Kolaka,” ujar Saridin.

Menurut Saridin, penyebab komisioner KPU Kolaka yang diberhentikan DKPP RI setelah diterimanya aduan dari Sulawesi Tenggara, merupakan rangkaian kasus yang ada hubungannya dengan Haerul Saleh. Sehingga, hal ini mestinya menjadi pertimbangan.

“Kami berharap betul, PAW Imran harus ada yang mempunyai integritas dan wawasan kebangsaan serta punya komitmen terhadap pembangunan daerah Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Dia merinci, ada beberapa calon legislatif urutan berikutnya seperti Muhammad Adios, Caleg DPR RI dari Kota Bau-bau. Saat ini, menurut Saridin merupakan Ketua DPC Gerindra Buton Selatan.

“Dia punya wawasan kemaritiman yang telah berpengalaman dibidang maritim yang nantinya, harapannya di DPR RI dapat berkontribusi untuk kemajuan kemaritiman di Indonesia. Sehingga, melengkapi keterwakilan anggota DPR RI di pusat bisa pemerataan dan perimbangan keterwakilan wilayah kepulauan,” ujarnya.

Dihubungi terkait hal ini, Haerul Saleh menyatakan, secara prinsip, aturan tidak bisa dirubah dengan wacana. Dia juga mengakui belum sampai hati untuk membahas soal PAW, meskipun beberapa informasi yang membahas soal dirinya sudah diterima.

“Masih suasana duka sudah mau membahas ini, alangkah baiknya kirimkan Alfatihah kepada Almarhum. Saya menghargai Almarhum,” ujarnya, Senin (13/4/2020).

Dia melanjutkan, kalaupun ada konsolidasi soal PAW, pihaknya akan mengembalikan ke aturan. Soal ini, dia mengungkapkan sudah dua kali dihubungi pusat.

“Memang sudah ada permintaan untuk menyiapkan kelengkapan berkas. Saya sudah sampaikan ke DPP agar proses diteruskan setelah suasana duka dan orang DPP memaklumi karena memang menghormati almarhum,” ujar Haerul Saleh.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *