Connect with us

Berita

KARST Soroti Dugaan Permainan Solar Subsidi di SPBN Bokori

Published

on

KENDARI – Konsorsium Aktivis RevolusionerSulawesi Tenggara (KARST) menyoroti dugaan kejanggalan dalam penyaluran solar bersubsidi di SPBN Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Koordinator KARST, Ikram, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah dugaan kejanggalan dalam operasional SPBN tersebut.

Menurut Ikram, dugaan tersebut antara lainberkaitan dengan mekanisme penyaluran solar bersubsidi serta dugaan keterlibatan sejumlah pihak.

“Dari sipil ada dua inisial, N dan U, yangdiduga berperan di depan layar,” kataIkram, Jumat (25/9/2026).

Ikram mengeklaim kedua orang tersebut diduga berperan dalam penyaluran solar bersubsidi serta pengumpulan uang yang disebut sebagai upeti.

Selain pihak sipil, Ikram juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparatdalam aktivitas penyaluran solar bersubsidi di SPBN Bokori.

“Dari informasi yang kami terima, ada duetantara oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas, inisial W dan Z,” ungkapnya.

Menurut Ikram, kedua oknum tersebut diduga memiliki peran dalam aktivitaspenyaluran solar bersubsidi tersebut.

KARST juga menyoroti dugaan penggunaan fasilitas pengisian yang dinilai tidak sesuai dengan mekanisme operasional.

Ikram mengatakan solar bersubsidi diduga disalurkan menggunakan selang yangterhubung dengan tangki bekas, bukan melalui nosel.

“Solar subsidi itu diduga tidak disalurkanmenggunakan nosel, tetapi memakai selang dari tangki bekas,” ujarnya.

Atas dugaan tersebut, KARST meminta instansi berwenang melakukan pemeriksaanterhadap operasional SPBN Bokori.

Pemeriksaan, kata Ikram, perlu mencakup aspek legalitas, perizinan, fasilitas pengisian, hingga mekanisme penyaluran solar bersubsidi.

“Ini perlu diperiksa secara menyeluruh. Jangan sampai BBM subsidi justru disalurkan dengan mekanisme yang tidak sesuai,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pengelola SPBN Bokori dan pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan KARST belum memberikantanggapan. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi terkait dugaan tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *