Connect with us

Business

Cerita Askrindo dan Jurus Ampuh Menghapus Trauma Masyarakat Berasuransi

Penulis : Muhamad Syukur

Published

on

PT Askrindo Saat Bertemu Puluhan Jurnalis dalam Forum Lintas Media, Sabtu (14/3/2020).

KendariMerdeka – Kasus Jiwasraya dan lembaga asuransi serupa, jadi mimpi buruk masyarakat di Indonesia tentang kiprah lembaga asuransi di Indonesia. Bayang-bayang Kerugian negara mencapai Rp 13,7 atau bahkan lebih, serta seringnya ada kasus gagal hingga keterlambatan bayar, menjadikan masyarakat berpikir 2 kali.

Padahal, negara maju seperti Singapura, seorang warga sudah memiliki lebih dari 1 polis asuransi seiring peningkatan ekonomi. Namun, di Indonesia kondisi ini bertolak belakang dan asuransi seakan menjadi momok.

Kepala Cabang PT Askrindo Cabang Kendari, Syahruddin melalui Unit Pemasaran PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Kendari, Febriyanto Utari menyatakan, kondisi ini menjadi tantangan sendiri bagi Askrindo. Meskipun, kerap ditemui saat lembaga kredit ini coba menyakinkan masyarakat.

Menurutnya, orang awam masih paham namanya asuransi merupakan beban. Mereka sering memahami, jika asuransi selalu ada potongan.
Masalah lainnya, menurut Febrianto Utari, asuransi hanya dianggap membuang uang percuma. Sehingga, adanya kasus keterlambatan bayar menjadi tantangan utama.

Tantangan lainnya seperti mengundurkan diri dari pekerjaaan, PHK dan kasus meninggal dunia kerap dihadapi organisasi yang berdiri pada 6 April 1971 itu.

“Kadang, ada masyarakat yang tidak membayar atau bahkan terlambat melunasi asuransi, maka disitu Askrindo berperan,” Febrianto Utari.

Dia menyatakan, Askrindo berupaya mengambil sejumlah jurus jitu. Askrindo berusaha unggul dengan produk Kredit usaha Rakyat (KUR). Dimana, ada peningkatan signifikan selama 2020 sebesar, 192 persen dari plafon tersalur.

Dari target Rp 23 miliar pada 2019, pihaknya sudah mendapat Rp 117 miliar.

Pada 2020, dia menyebut, Askrindo berhasil menyalurkan asuransi untuk kredit kecil sebesar Rp 7 Miliar, kredit menengah 500 juta dan KUR 27 miliar. Sehingga, target pada 2020, naik hingga Rp 47 miliar.

“Sejak berdiri pada 1971, kami berkecimpung pada suransi dan menjadikan kami digemari. Kondisi ini, menjadikan kami pemain tunggal,” ujarnya.

keuntungannya, meskipun belum ada yang outstanding, namun Askrindo masih terus membayar. Penbayaran ini, diklaim setiap bulan.

Diketahui, PT Askrindo cabang Kendari menggelar forum Lintas Media bersama puluhan jurnalis di Kota Kendari dan sekitarnya, Sabtu (14/3/2020). Bersama pihak bank Sulawesi Tenggara, tujuan kegiatan ini mewujudkan informasi membangun untuk mewujudkan ketahanan ekonomi masyarakat di Sulawesi Tenggara.(***)

M.SYUKUR

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *