Firman Adhyaksa
Universitas Halu Oleo (UHO) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Sulawesi Tenggara (Sultra). Karena itu, proses pemilihan Rektor tidak semestinya dipandang sebagai sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan sebagai momentum menentukan arah dan masa depan institusi.
Seorang rektor bukan hanya pemegang jabatan administratif, tetapi juga representasi nilai, integritas, dan keteladanan di lingkungan akademik. Jabatan tersebut menuntut kapasitas akademik, kemampuan manajerial, serta komitmen kuat terhadap tata kelola perguruan tinggi yang baik.
Dalam konteks itu, integritas menjadi salah satu syarat utama yang tidak dapat diabaikan. Pemimpin perguruan tinggi idealnya memiliki rekam jejak yang baik, menjunjung tinggi etika, serta mampu menjaga kepercayaan publik terhadap institusi yang dipimpinnya.
Sebaliknya, apabila seorang pemimpin memiliki rekam jejak yang telah terbukti bermasalah melalui proses yang sah, hal tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas kampus.
Meski demikian, penilaian terhadap rekam jejak setiap calon harus didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan pada rumor, opini, atau tuduhan yang belum terbukti. Prinsip keadilan, objektivitas, dan asas praduga tak bersalah harus tetap menjadi pijakan dalam setiap tahapan proses seleksi.
Pemilihan rektor juga menjadi kesempatan bagi UHO untuk memperkuat tata kelola kelembagaan. Kampus membutuhkan pemimpin yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membangun budaya akademik yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks, UHO memerlukan sosok rektor yang mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner sekaligus berintegritas. Kemampuan akademik yang mumpuni harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap etika, akuntabilitas, dan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pada akhirnya, masa depan UHO sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinannya. Rektor yang memiliki integritas, rekam jejak yang baik, serta kemampuan menjadi teladan bagi seluruh sivitas akademika akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan universitas dan peningkatan daya saingnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.