KENDARI – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka dan Ir Hugua mendukung pelestarian budaya dan peninggalan leluhur di Bumi Anoa.
Komitmen ini disampaikan pasangan nomor urut 2 dengan akronim ASR-Hugua saat menghadiri agenda pelantikan Paduka Yang Mulia (PYM) LM Sjamsul Qamar sebagai Sultan Buton ke-XLI di Kota Baubau.
Hugua mengatakan, dia dan ASR memiliki daya ketertarikan serta kesungguhan dalam melestarikan budaya di jazirah Sulawesi Tenggara.
“ASR-Hugua punya komitmen yang besar untuk melestarikan nilai-nilai budaya kearifan lokal,” ungkapnya melalui akun TikToknya @irhugua.
Mantan anggota DPR RI dapil Sultra ini menuturkan, nilai-nilai kebudayaan tidak bisa terpisahkan dari ruang pemerintahan. Sebab, tata nilai kebudayaan merupakan embrio dari doktrin sebuah pemerintahan di daerah.
“Karna mestinya tata nilai budaya ini tidak boleh terlepas dari pemerintah. Justru tata nilai budaya ini yang menjadi doktrin dan menjadi drive sistem pemerintahan,” tutur Hugua.
Eks Bupati Wakatobi 2 periode ini menegaskan, jika masyarakat mengizinkan pasangan ASR-Hugua memimpin pemerintahan 5 tahun kedepan, maka akan menggelontorkan anggaran untuk melestarikan budaya lokal di Bumi Anoa.
“Kalau ASR-Hugua terpilih pastinya kita akan perdayakan dan kita dukung dengan anggaran yang memadai untuk melestarikan proses-proses adat,” tegas Hugua.
Tak hanya berupa anggaran, untuk menjaga kelestarian budaya, ASR-Hugua akan merancang sebuah peraturan guna memperkuat eksistensi masing-masing kebudayaan di Sulawesi Tenggara.
“Dilindungi dengan aturan dan undang-undang atau aturan-aturan justru semakin memperkuat eksistensi mereka,” pungkasnya.