Connect with us

Berita

Susu Kental Manis Rawan Bikin Balita Kerdil, YAICI Andalkan ASI

Penulis: Redaksi
Editor : Redaksi

Published

on

YAICI Sultra saat acara talkshow Hari Gizi Nasional (HGN) 2020 sosialisasi kader di Asrama Haji Kendari, Kamis (30/1/2020).

KendariMerdeka.com – Tingkat kesadaran warga Kota Kendari terhadap dampak buruk susu kental manis perlu mendapat perhatian serius. Dari 400 orang responsden berstatus ibu rumah tangga, 97 persen diantaranya masih menganggap susu kental manis baik untuk bayi.

Temuan ini diungkapkan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Kamis (30/1/2020). Menurut Ketua Harian YAICI Arif Hidayat, ibu rumah tangga belum banyak yang bisa membedakan dampak positif dan negatif memberi asupan susu kental manis bagi balita.

Menurutnya, SKM memiliki kandungan gula tinggi yang tak baik jika dikonsumsi berlebihan bagi balita. Salah satunya dapat menyebabkan obesitas dan stunting (kerdil).

Arif Hidayat mengatakan, 95 persen responden mengaku memperoleh informasi dari promosi di TV. Ternyata, kandungan gula dalam susu kental manis, dapat membuat obesitas, bahkan stunting (kerdil).

“Kami tidak larang, tapi penggunaannya harus bijak,”kata Arif dalam acara talkshow Hari Gizi Nasional (HGN) 2020 sosialisasi kader di Asrama Haji Kendari, Kamis 30 Januari 2020.

Perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari, Jalidun mengatakan, kadar gula dalam susu kental manis, sangat tinggi bagi balita. Besarnya mencapai 43 hingga 46 persen.

“Bijaklah menggunakan, hindari beranggapan susu kental manis pengganti air susu ibu,” jelasnya.

Menurutnya, BPOM mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018. Salah satunya, mengatur soal susu kental manis bukan untuk anak dibawah 12 bulan.

Kepala Seksi Gizi dan Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Almin mengatakan, ada sejumlah program untuk mencegah stunting di Sultra. Ada semacam komunitas “rumah cegah stunting”. Disana, pihak Dinkes Sultra sudah menempatkan Satgas khusus.

Sekum PW Muslimat NU Kendari, Dr Hj Ulfah Masfufah mengatakan, PP Muslimat NU turut serta mengedukasi masyarakat mengenai gizi dan SKM sebagai komitmen untuk menciptakan generasi emas 2045.

“Kota Kendari sebelumnya menjadi sorotan karena ada anak dengan gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis, kami berupaya mencari solusi bersama YAICI,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *