Connect with us

Berita

Diduga Serobot Tanah Milik Polri, Kades di Konsel Dipidanakan

Penulis: Rinaldy

Published

on

KENDARIMERDEKA.COM, KONAWE SELATAN – Kasus dugaan penyerobotan tanah milik Polri yang berlokasi di Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh Langa yang juga merupakan seorang Kepala Desa di Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan, kepada awak media di kantornya, Senin (21/2/2022).

Ferry mengatakan, penetapan tersebut berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/15/I/2020/SPKT Polda Sultra tertanggal 13 Januari 2020 yang dilaporkan oleh pelapor bernama Alexander Lunte.

“Terlapor Langa yang berprofesi sebagai Kades Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, sudah ditetapkan (sebagi tersangka) dan telah diperiksa sebagai tersangka penyerobotan tanah milik Polri yang sekarang lokasi Brimob,” ungkap Ferry.

Ferry menjelaskan kronologi singkat kasus dugaan penyerobotan tanah tersebut berawal sekitar tahun 2019 yang berlokasi di Desa Puosu Jaya, Langa melakukan penggusuran dan penimbunan di lokasi lahan restlement Polri.

Di lokasi itu juga, lanjut Ferry, Langa mendirikan bangunan berupa rumah panggung.

Beberapa anggota Brimob Polda Sultra, sambung Ferry, sempat melarang agar Langa tidak mendirikan bangunan di lahan tersebut.

Sebab, lahan tersebut adalah milik Polda Sultra berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kendari Nomor: 137 Tahun 1980 tentang penunjukan areal tanah negara bebas di Desa Lamomea, Kecamatan Ranomeeto untuk lokasi persiapan resetlement Polri, dan keabsahan SK tersebut pernah diuji di PTUN Kendari.

Namun, larang tersebut tidak diindahkan oleh terlapor. “Sehingga dengan kejadian tersebut, pelapor melaporkan kepada pihak yang berwajib guna proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *