KendariMerdeka.com, Kendari – Sejumlah mahasiswa di Kota Kendari menggelar aksi demonstrasi penolakan terhadap Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo, di Perempatan Pasar Baru dan simpang tiga kampus Universitas Halu Oleo, Senin (8/2/2021) sekitar pukul 17.30 Wita. Mereka menyesalkan, Kapolri yang baru dilantik minim prestasi dan masih memiliki sejumlah utang.
Mahasiswa menyoroti soal pelanggaran HAM terhadap tewasnya enam laskar FPI di Jakarta. Pembantaian terhadap mereka, sampai hari ini belum ada komitmen jelas dari Kapolri soal penyelesaian kasus.
Selain itu, mahasiswa juga menyinggung soal dugaan pelanggaran HAM di Papua. Diketahui, berdasarkan penelitian Kontras, ada 40 pelanggaran HAM di Papua.
Korlap aksi, Azis Munandar menyatakan, kedua hal ini terjadi saat Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo menjabat sebagai Kabareskrim di Mabes Polri.
“Kami menunggu dan meminta komitmen Kapolri, soal penyelesaian kasus-kasus ini,” ujar Azis Munandar, Senin (8/2/2021).

Menurutnya, Komnas HAM dan lembaga lembaga hak asasi manusia di Indonesia sudah cukup menyodorkan sejumlah bukti. Namun, belum ada upaya signifikan penyelesaian kasus.
Dia menegaskan, aksi ini merupakan awal dari aksi-aksi lanjutan. Pihaknya akan terus menuntut hingga penyelesaian kasus bisa jelas.
Terkait demonstrasi mahasiswa, pihak Humas Polda Sultra saat berusaha dikonfirmasi wartawan mengatakan, sudah memantau aksi demonstrasi mahasiswa. Namun, terkait kasus ini, Polda tak bisa berbicara banyak.
“Kami hanya bisa memantau aksi mereka. Namun, soal demonstrasi dan tuntutan, kami tak bisa berbicara banyak karena kasus-kasus yang mereka sebut saat ini ditangani mabes Polri,” ujar Kabid Humas Kombes Pol Ferry Walintukan SIK, Senin (8/2/2021).

Dia juga menyebut, terkait hal ini pihaknya berupaya menampung aspirasi mahasiswa di Kota Kendari.
Soal demonstrasi, Kasat Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Adarma Sinaga menyatakan kepada wartawan sudah mengetahui. Namun, enggan berkomentar banyak.
“Ke humas saja ya, biar lebih fokus,” ujarnya.