KendariMerdeka.com – Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Hajar Aswad yang memberikan pernyataan bahwa bakal mundur dari jabatannya, jika kloter ke II TKA Asal China datang ditengah Covid 19 belum selesai, meski dipertanggung jawabkan. Sebab, jika tidak maka pernyataan tersebut bakal membuat kemarahan Mahasiswa memuncak.
“Sebelumnya dihadapan Persatuan Pemuda Mahasiswa Bergerak Sultra (PPMBS), 24 Juni, Hajar Aswad memberikan pernyataan tersebut. Itu artinya, dia harus memastikan TKA tersebut tak datang pada 30 Juni kedepan,” Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Poros Muda Sultra, Ruspan Latuanda.
Dia menegaskan, kedatangan TKA China sangat mempengaruhi psikologi masyarakat. Terlebih kedatangan mereka ditengah Covid 19. Ruspan Latuanda berharap, Kepala Imigrasi tidak hanya sekedar membuat pernyataan semata, tapi mengaktualisasikannya. Apalagi, tugas dan fungsi Imigrasi Kendari memang sebagai pengambil kebijakan terttinggi dalam pengawasan Orang Asing.
“Kami pegang pernyataannya. Dan ini menurut kami resmi, jadi kalau 30 Juni tetap datang. Maka kami tekankan, Hajar Aswad selaku kepala Imigrasi Kendari silahkan mundur dari jabatannya,” tegasnya.
Dia beranggapan pernyataan tersebut merupakan janji. Artinya kalau ingkar berarti ini hanya sekedar upaya membohongi Mahasiswa. Sementara itu, Humas Poros Muda Sultra, Andi menegaskan bahwa penolakan TKA asal China gelombang kedua masih tetap akan disuarakan. Sebab, pergerakan tersebut murni hadir dari darah juang yang mewakili masyarakat. Andi mengaku kesal dengan kedatangan TKA China ini, sebab mereka diperdayakan lebih utama dari pada tenaga lokal asal Sultra.
“Merupakan diskriminasi jika gelombang kedua TKA China tetap bakal bekerja di PT VDNI dan PT OSS. Kami tetap menyatakan tolak TKA China. Jadi saya tekankan disini, Kepala Imigrasi jangan pernah mengingkari pernyataannya, karena akan memancing kemarahan semua Masyarakat Sultra,” tuturnya.