KendariMerdeka.com, Kendari – Meski 156 orang Tenaga Kerja Asing China sudah tiba di Sultra. Namun penolakan kedatangan TKA tersebut masih terus dikumandangkan oleh Mahasiswa yang berada di Kendari. Mereka mempertanyakan konsistensi Imigrasi dalam melakukan Pengawasan TKA China yang bekerja di PT VDNI dan PT OSS.
Mereka menggelar unjuk rasa di Kantor Imigrasi Kelas I A Kendari, Rabu (24/6/2020). Dalam aksi unjukrasa yang dipimpin oleh Yus Pusyaban, massa bergerak menemui Kepala Kantor Imigrasi, Hajar Aswad. Mereka menginginkan Kepala Imigrasi bertanggung jawab atas kedatangan TKA. Atas dasar itu, mereka menuntut agar Kedatangan TKA dapat ditunda dulu hingga kondisi Pendemi Covid 19 sudah berakhir. Dalam unjukrasa tersebut, Yus Pusyaban meminta Kepala Imigrasi untuk menandatangani tuntutan penundaan Kedatangan TKA China.
“Kami meminta Kepala Imigrasi untuk menunda kedatangan kluster kedua pada Tanggal 30 Juni kedepan. Jika tak menunda, Kepala Imigrasi segera mengundurkan diri dari jabatannya,”desak Mahasiswa, (24/06/2020)
Dikesempatan itu, Kepala Imigrasi Kendari Hajar Aswad memenuhi keinginan Mahasiswa. Dia membuat surat pernyataan untuk melakukan penundaan kedatangan TKA kemudian bakal bersurat ke Kantor Pusat dan Gubernur Sultra.
Aswad membuat surat pernyataan dengan berisikan tiga Point. Untuk Point pertama bersedia menunda kedatangan TKA kluster kedua tanggal 30 Juni, Point kedua bersedia memenuhi kedatangan TKA dengan ketentuan persyaratan Dokumen TKA yang lengkap sampai masa Pendemi selesai, di Point ketiga bersedia untuk mundur dari jabatannya selaku kepala Kantor, jika dua Point tersebut tak terpenuhi.
“Saya bersedia mengundurkan diri dari jabatan, jika tak menunda kedatangan TKA China pada 30 Juni, sampai usainya masa Pendemi Covid 19,” baca Hajar Aswad yang membuat surat pernyataan dengan dibubuhi Materai 6000.