Connect with us

Pemerintahan

Eks MTQ Tidak Terurus, DPRD Sultra Soroti Dinas Cipta Karya Provinsi

Penulis : Muhammad Sukur

Published

on

Sudirman (kanan) , Komisi III DPRD Provinsi Sultra Bersama Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi Sultra Pahri Yamsul, Saat Meninjau Kawasan Eks MTQ Kendari, Rabu 12 Februari 2020.

KendariMerdeka.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara, menyoroti Dinas Cipta Karya. Hal ini dikarenakan kondisi eks MTQ yang kumuh seakan tak terurus. Padahal, bangunan tersebut merupakan ikon Sulawesi Tenggara.

Anggota DPRD Sultra, Sudirman mengatakan, seharusnya Dinas Cipta Karya memasukan anggaran pemeliharaan untuk eks MTQ.

Menurutnya, dengan luas lahan puluhan hektare, Cipta Karya yang menjadi penanggung jawab Eks MTQ wajib menyiapkan anggaran pengawasan dan kebersihan.

Kondisi Eks MTQ Kendari

“Sudah dulu membangun bangunan baru, lebih baik Dinas Cipta Karya meningkatkan anggaran pemeliharaan,” tegasnya saat ditemui lokasi eks MTQ Kendari saat sidak, Rabu 12 Februari 2020.

Kata Sudirman, masyarakat tidak perlu fasilitas yang mewah. Namun kebersihan yang membuat masyarakat nyaman.

“Masyarakat tidak butuh yang mewah. Yang penting nyaman,” ujarnya.

Nampak Sampah Berserakan di Lokasi Eks MTQ Kendari.

“Contohnya taman kota yang tidak mewah. Tapi masyarakat banyak yang kunjungi,” singgung Sudirman.

Sudirman berharap, tingkat pengawasan Dinas Cipta Karya harus ditingkatkan lagi. Menurutnya, Dinas terkait merupakan penanggung jawab eks MTQ.

“Ini bangunan baru saja tehelnya sudah rusak. Mana tehelnya asal pasang. Saya cek tehelnya gampang retak karena kerjanya asal asalan. Anggaran banyak di sini. Harusnya pada saat dikerja, Cipta Karya selaku penanggung jawab harus tingkatkan pengawasannya. Kan ada anggaran pengawasan proyek,” kesal Sudirman.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Pahri Yamsul mengatakan, pihaknya tidak memiliki anggaran pemeliharaan Eks MTQ. Maka dari itu pihaknya kewalahan melakukan pengelolaan aset.

“Kami tidak pernah masukan anggaran pemeliharaan. Jadi tidak ada anggaran pemeliharaan,” singkatnya.

Pahri berharap, eks MTQ tersebut harus dikelola oleh UPTD. Menurutnya,ketika MTQ menjadi UPTD tingkat kebersihan dan keamanan bisa terjamin.

“Saya harap MTQ ini bisa menjadi UPTD. Biar ada perkembangan,” harapnya.

Untuk diketahui, Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang telah mengeluarkan anggaran di awal tahun 2020 sebanyak 1 Miliar untuk proses pembenahaan eks MTQ.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *