Connect with us

Berita

PT Sangia dan Hafar Diduga Selundupkan Ore Nikel Dari Lahan Status Quo Menggunakan Dokumen Ilegal

penulis : Kym

Published

on

Dokumentasi PT Hafar

KendariMerdeka.com – Saat ini PT. Sangia Perkasa Raya dan PT. Hafar Indotech kembali melakukan aktivitas pertambangan ilegal di Mandiodo Konawe Utara. Hal ini di benarkan dengan berjalannya aktivitas kontraktor PT. PMS, PT. SAM, PT. NJM, dan PT. MIS di lokasi milik PT Antam blok mandiodo Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Diketahui, pemilik IUP PT. Sangia dan PT. Hafar Indotech di backup oleh oknum kepolisian dalam melakukan aktivitas ilegalnya. Bukan hanya itu, kedua perusahaan tersebut juga telah memalsukan dokumen untuk penjualan ore nikel di lahan status quo tersebut.

Selain itu, PT. PMS melakukan pengangkutan ore nikel di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT. Sangia yang merupakan lokasi tumpang tindih dengan PT Antam Tbk.

Presedium Koalisi Aktivis Pemerhati Lingkungan dan Pertambangan (Kapitan Sultra) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrul Rahmani mengungkapkan bahwa PT. Sangia dan PT. Hafar adalah salah satu perusahaan IUP yang lahannya tumpang tindih dengan PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk site Mandiodo dan berdasarkan putusan terakhir 448 K/TUN/2019 yang inkrah bahwa mengabulkan permohonan kasasi Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, dan PT. Antam juga menyatakan gugatan. Para tergugat tidak diterima dalam hal ini PT. Hafar CS, dengan membatalkan Putusan Tata Usaha Negara Jakarta nomor 34/B/2019/PT.Tun Jakarta.

“Diketahui, yang melakukan proses kasasi ke Mahkamah Agung hanya ada 3 perusahaan, selebihnya tidak mengajukan, dan secara otomatis telah mengakui lahan itu milik PT. Antam dan tak punya hak lagi,” ungkap Asrul.

“Perusahaan ini sepengetahuan saya masih berstatus sengketa (quo) dengan PT. Antam Tbk yang awal mulanya menolak kasasi bupati Konawe Utara Aswad Sulaeman melalui putusan 225 K/TUN/2014 akan tetapi masih di izikan melakukan aktivitas penambangan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum, hal ini jelas melanggar hukum yang berlaku di negara ini,” bebernya.

Menurut Asrul, PT. Sangia dan PT. Hafar diketahui kembali melakukan aktivitas pertambangan dan telah mengizinkan beberapa perusahaan Kontraktor Mining untuk beraktivitas kembali dan diketahui atas persetujuan pemilik perusahaan.

“Jadi informasi yang sudah saya himpun, di lahan PT. Sangia itu ada sekitar 2 perusahaan yang lagi beraktivitas salah satunya itu PT. NJM dan PT. SAM yang diketahui pemilik perusahaan tersebut inisial FI serta kontraktor mining PT. Hafar yakni PT. MIS berinisial HM,” jelasnya.

Sementara itu, untuk Kontraktor mining PT. PMS milik inisial EV diduga sedang dalam proses mengeluarkan ore Nikel yang berada dalam IUP PT. Sangia melalui jalan houling dan Stocfile PT. Cinta Jaya.

“Kami sudah mengatongi dokumentasi aktifitasnya. Dan secara otomatis mereka telah menggunakan dokumen ilegal,” Tutur Asrul

Asrul berharap, agar penegak hukum bisa melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut dan memberikan sanksi tegas kepada pimpinan PT. Sangia Perkasa Raya dan PT. Hafar Indotech. Sebab dirinya meyakini bahwa dalam melakukan aktivitas pertambangannya PT. Sangia dan PT. Hafar tidak dilengkapi dengan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB).

“Selain itu, yang namanya tidak tertib harus di berikan sanksi tegas, ditambah lagi kalau keyakinan saya pribadi yah, PT. Sangia dan PT. Hafar tidak mungkin bisa urus RKAB. Karena Pemerintah tidak akan menerima permohonan RKAB dari perusahaan yang bermasalah tersebut.

“Saya juga sudah mengantongi oknum-oknum yang membackup juga mengatur kegiatan PT. Sangia dan PT. Hafar sekaligus memberi izin penambangan kepada para kontraktor tersebut secara ilegal,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

PT Bumi Konawe Minerina Raih Penghargaan pada Rakor PPM Berkelanjutan Konawe Utara

Published

on

KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Berkelanjutan di Kabupaten Konawe Utara, Kamis, 13 Mei 2026, di Hotel Sahid Azizah Syariah, Kota Kendari.

Kegiatan tersebut merupakan agenda yang diinisiasi oleh Bupati Konawe Utara dengan melibatkan seluruh perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Konawe Utara.

Rakor juga dihadiri unsur Forkopimda Konawe Utara, DPRD Konawe Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta sejumlah organisasi nonpemerintah (NGO).

Rapat koordinasi multipihak itu digelar dalam rangka memperkuat kolaborasi program PPM berkelanjutan guna mewujudkan investasi berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Konawe Utara.

Kegiatan tersebut mengusung tagline “PPM Terarah, Dampak Terukur” sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah pertambangan.

Dalam kesempatan itu, PT Bumi Konawe Minerina menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen perusahaan dalam mendukung pelaksanaan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di daerah tersebut.

Continue Reading

Berita

PT BKM Bekali Siswa SMKN 1 Konut Pengalaman Dunia Pertambangan

Published

on

KONAWE UTARA — Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Konawe Utara (Konut) jurusan Geologi Pertambangan mengikuti kegiatan pengenalan lapangan bersama PT Bumi Konawe Minerina.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan langsung kepada para pelajar mengenai aktivitas dan proses kerja di dunia pertambangan.

KTT Yovi Fajar Tindangen mengatakan, para siswa diperkenalkan dengan berbagai tahapan operasional tambang, mulai dari proses eksplorasi, pengolahan material, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area pertambangan.

“Melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami secara langsung proses kerja di industri pertambangan, termasuk pentingnya penerapan standar keselamatan kerja,” ujarnya.

Selain itu, pihak perusahaan juga memberikan edukasi mengenai peran tenaga geologi pertambangan dalam mendukung industri pertambangan yang profesional dan berkelanjutan.

Ia berharap kegiatan lapangan tersebut dapat menambah pengalaman praktis para siswa serta memberikan gambaran lebih dekat mengenai dunia kerja yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Diharapkan kegiatan ini menjadi bekal pengetahuan dan pengalaman bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Continue Reading

Berita

Tokoh Pemuda Konsel Ajak Semua Pihak Sikapi Aktivitas PT WIN Secara Objektif

Published

on

KONAWE SELATAN – Tokoh pemuda Konawe Selatan, Awaludin Sisila, mengajak seluruh pihak menyikapi dinamika terkait aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) di Desa Torobulu secara objektif, proporsional, dan mengedepankan solusi demi menjaga stabilitas sosial masyarakat serta keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikan Awaludin usai melakukan peninjauan lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dari hasil pengamatannya, ia menilai terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait penguatan pengawasan operasional dan lingkungan. Namun di sisi lain, ia juga melihat adanya dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sejak aktivitas perusahaan berjalan.

“Saya melihat langsung kondisi di lapangan dan berbicara dengan masyarakat sekitar. Memang ada beberapa hal yang perlu terus dievaluasi dan dibenahi bersama, tetapi persoalan ini juga harus dilihat secara utuh dan tidak hanya dari satu sisi,” ujar Awaludin, Selasa (20/5/2026).

Menurutnya, pada beberapa titik operasional yang menjadi perhatian warga, perusahaan masih melakukan pengawasan terhadap aktivitas lapangan, termasuk pengaturan jalur kendaraan operasional dan pengendalian area kerja tertentu.

Meski demikian, Awaludin mendorong perusahaan agar terus memperkuat langkah mitigasi operasional, seperti penataan area kerja yang berdekatan dengan permukiman warga, pengendalian debu melalui penyiraman jalan operasional, penguatan drainase, serta evaluasi berkala pada titik-titik yang menjadi perhatian masyarakat.

“Saya kira langkah pengawasan dan pembenahan operasional memang perlu terus diperkuat agar masyarakat merasa lebih nyaman dan situasi sosial tetap kondusif,” katanya.

Selain aspek lingkungan, Awaludin menilai keberadaan perusahaan turut memberikan dampak ekonomi bagi sebagian masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil dialog di lapangan, sejumlah warga terlibat dalam aktivitas operasional perusahaan sebagai tenaga kerja, pengemudi lokal, tenaga pendukung operasional, hingga pelaku usaha kecil yang melayani kebutuhan pekerja.

“Ada masyarakat yang memperoleh penghasilan dari aktivitas operasional perusahaan, baik melalui pekerjaan langsung maupun usaha kecil di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan aktivitas ekonomi sejak operasional perusahaan berjalan, terutama pada sektor warung makan, kebutuhan harian, jasa kendaraan, dan logistik lapangan. Namun, menurutnya, keterlibatan usaha masyarakat masih perlu diperluas agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

“Ke depan perusahaan perlu terus memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas usaha maupun kebutuhan operasional perusahaan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Awaludin juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah setempat agar setiap persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan konstruktif.

“Jangan sampai persoalan berkembang karena minimnya komunikasi. Semua pihak perlu mengedepankan dialog dan saling memahami,” jelasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak membangun kesimpulan sepihak tanpa melihat langsung kondisi lapangan maupun melalui mekanisme evaluasi yang objektif.

“Harapan kita tentu bagaimana masyarakat tetap merasa nyaman, pengawasan lingkungan terus diperkuat, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga tetap berjalan dengan baik,” tutupnya.

Selain itu, Awaludin menyebut bahwa berdasarkan hasil investigasi lapangan dan informasi dari warga sekitar, beberapa video yang sempat beredar sebelumnya diambil saat proses penggalian untuk pembangunan talud. Aktivitas tersebut, menurutnya, berbeda dengan kondisi yang saat ini berlangsung di lokasi tambang PT WIN.

Saat ini, lanjutnya, aktivitas perusahaan lebih mengarah pada proses penutupan dan perataan bekas galian tambang. Dari hasil pemantauan di lapangan, ia mengaku tidak menemukan kondisi yang mengarah pada ancaman serius bagi masyarakat sekitar.

Sebagai mahasiswa yang mengedepankan kajian objektif dan berbasis fakta lapangan, Awaludin menilai aktivitas PT WIN saat ini dilakukan untuk menjaga stabilitas operasional pertambangan sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat lingkar tambang.

Ia juga menyebut sejumlah warga merasa terbantu dengan kehadiran perusahaan, mulai dari meningkatnya daya jual usaha masyarakat, penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat, hingga bantuan sosial yang dirasakan langsung oleh warga sekitar.

“Berbagai informasi yang kami peroleh di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan PT WIN dinilai turut memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah tambang,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending